Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Diprediksi Menguat 2 Hari Terakhir 2020, Tapi...

Investor jangan terlalu terlena dan terbuai dengan kondisi penguatan IHSG, karena pada awal 2021 sudah jelas sektor pariwisata dan penerbangan akan tertekan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  08:10 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam tren menguat, investor tetap harus hati-hati terkait risiko koreksi pada awal 2021.

Pada perdagangan Senin (28/12/2020), IHSG naik 1,41 persen atau 84.84 poin ke level 6093.55. IHSG bergerak di rentang 5.979,9 - 6.095,01.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyampaikan penandatanganan tagihan bantuan Covid-19 senilai US$900 miliar di Amerika Serikat menjadi undang-undang menjadi pendorong DJIA kembali menguat sebesar +0.68%.

Jika dikombinasikan dengan penguatan EIDO sebesar +2.24% maka berpotensi menjadi katalis pendorong penguatan  IHSG Selasa ini. Disamping itu, penguatan harga Coal +1.01% berpotensi mendorong naik saham dibawah komoditas tersebut.

Namun demikian, investor jangan terlalu terlena dan terbuai dengan kondisi penguatan tersebut, karena pada awal 2021 sudah jelas sektor pariwisata dan penerbangan akan kena pukulan akibat penutupan seluruh penerbangan internasional masuk ke Indonesia.

Rapat kabinet terbatas 28 Desember 2020 memutuskan menutup sementara, untuk menutup sementara, dari tanggal 1 sampai 14 Januari 2021, masuknya warga negara asing atau WNA dari semua negara ke Indonesia.

"Selain itu, ada rencana penerapan PSBB ketat di DKI Jakarta, sebagai pusat perekonomian Indonesia, jika penderita Covid19 meningkat. Kedua hal tersebut menjadi sinyal buruk bagi market," papar Edwin, Selasa (29/12/2020).

Edwin pun memprediksi pada hari ini IHSG cenderung menguat dalam rentang 6,050 - 6141, sedangkan rupiah melaju di kisaran Rp14,090 - Rp14,260 per dolar AS.

Sejumlah saham yang dapat menjadi pilihan pada hari ini adalah ERAA, PURA, WSBP, PGAS, AALI, TLKM, LSIP, ANTM, BBNI, dan UNTR.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top