Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Data Manufaktur Menggeliat, IHSG Dibuka Naik 1,5 Persen

Pukul 09.03 WIB, IHSG naik 1,5 persen atau 83,97 poin menjadi 5.696,38. Terpantau 207 saham menguat, 63 saham melemah, dan 135 saham stagnan.
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Manufaktur Indonesia yang membaik signifikan pada November 2020 menjadi katalis positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (1/12/2020).

Pukul 09.03 WIB, IHSG naik 1,5 persen atau 83,97 poin menjadi 5.696,38. Terpantau 207 saham menguat, 63 saham melemah, dan 135 saham stagnan.

Saham-saham batu bara memanas memimpin daftar top gainers seperti DOID dan ITMG yang naik masing-masing 7,8 persen dan 6,87 persen.

Selanjutnya, saham AGRO naik 6,48 persen, INDY naik 5,56 persen, PTBA naik 4,24 persen, dan ASII meningkat 3,77 persen.

IHS Markit kembali melaporkan Purchasing Managers’ Index™ (PMI™) Manufaktur Indonesia periode November yang sudah berada di level 50,6 atau naik hampir tiga poin dari 47,8 dari periode Oktober.

Menggeliatnya kembali PMI November didorong oleh kenaikan pada rekor tertinggi produksi untuk pertama kalinya dalam tiga bulan meski pertumbuhannya hanya pada kisaran marginal karena melihat kapasitas operasi yang tetap surplus.

Kembali bergeliatnya indeks manufaktur tentunya menjadi sentimen positif bagi IHSG yang sempat mengalami tekanan hebat akibat aksi jual investor asing.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks komposit terpantau parkir di level 5.612,41 pada penutupan perdagangan terakhir di November 2020, Senin (30/11/2020). Indeks terkoreksi 2,96 persen seiring aksi jual bersih asing yang mencapai Rp3,27 triliun.

Pun, koreksi tersebut merupakan pelemahan harian yang terdalam bulan ini. Namun, hal tersebut tak terlalu memengaruhi rapor hijau yang ditorehkan IHSG yang sepanjang November. Tercatat, selama satu bulan indeks berhasil menguat 9,72 persen.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan IHSG ditutup melemah seiring penguatan sepekan terakhir sudah memasuki area jenuh beli sehingga terjadi koreksi. Di sisi lain, ada kekhawatiran akan meningkatnya kasus Covid-19.

Dia memproyeksikan indeks komposit akan kembali melemah pada perdagangan Selasa ini. mengalami pelemahan lanjutan dalam jangka pendek. Pun, koreksi IHSG diperkirakan masih berlanjut dalam jangka pendek.

“Investor akan mencermati beberapa data perekonomian antara lain data manufaktur dan data inflasi. Selain itu, investor perlu mencermati kenaikan angka kasus Covid-19. Namun diperkirakan pelemahan ini hanya bersifat sementara,” jelas Dennies dalam riset hariannya, seperti dikutip Bisnis, Selasa (1/12/2020).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper