Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PMI November 50,6 Jadi Sentimen Positif bagi IHSG

IHS Markit kembali melaporkan Purchasing Managers’ Index™ (PMI™) Manufaktur Indonesia periode November yang sudah berada di level 50,6 menjadi tenaga baru bagi IHSG.
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis/Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Manufaktur Indonesia yang mencapai level 50,6 pada November 2020 menjadi katalis positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (1/12/2020).

IHS Markit kembali melaporkan Purchasing Managers’ Index™ (PMI™) Manufaktur Indonesia periode November yang sudah berada di level 50,6 atau naik hampir tiga poin dari 47,8 dari periode Oktober.

Menggeliatnya kembali PMI November didorong oleh kenaikan pada rekor tertinggi produksi untuk pertama kalinya dalam tiga bulan meski pertumbuhannya hanya pada kisaran marginal karena melihat kapasitas operasi yang tetap surplus.

Kepala Ekonom IHS Markit Bernard Aw mengatakan perpindahan ke PSBB transisi juga memberikan dorongan bagi sektor manufaktur Indonesia pada pertengahan kuartal IV/2020.

"Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh kenaikan rekor tertinggi produksi di tengah laporan meluas tentang pembukaan kembali pabrik dan peningkatan permintaan," katanya dalam laporan IHS Markit, Selasa (1/12/2020).

Kembali bergeliatnya indeks manufaktur tentunya menjadi sentimen positif bagi IHSG yang sempat mengalami tekanan hebat akibat aksi jual investor asing.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks komposit terpantau parkir di level 5.612,41 pada penutupan perdagangan terakhir di November 2020, pada Senin (30/11/2020). Indeks terkoreksi 2,96 persen seiring aksi jual bersih asing yang mencapai Rp3,27 triliun.

Pun, koreksi tersebut merupakan pelemahan harian yang terdalam bulan ini. Namun, hal tersebut tak terlalu memengaruhi rapor hijau yang ditorehkan IHSG yang sepanjang November. Tercatat, selama satu bulan indeks berhasil menguat 9,72 persen.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan IHSG ditutup melemah seiring penguatan sepekan terakhir sudah memasuki area jenuh beli sehingga terjadi koreksi. Di sisi lain, ada kekhawatiran akan meningkatnya kasus Covid-19.

Dia memproyeksikan indeks komposit akan kembali melemah pada perdagangan Selasa ini. mengalami pelemahan lanjutan dalam jangka pendek. Pun, koreksi IHSG diperkirakan masih berlanjut dalam jangka pendek.

“Investor akan mencermati beberapa data perekonomian antara lain data manufaktur dan data inflasi. Selain itu, investor perlu mencermati kenaikan angka kasus Covid-19. Namun diperkirakan pelemahan ini hanya bersifat sementara,” jelas Dennies dalam riset hariannya, seperti dikutip Bisnis, Selasa (1/12/2020).

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) akan menyampaikan empat data ekonomi pada hari ini pukul 11.00 WIB, yakni Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi, Perkembangan Pariwisata dan Transportasi, Perkembangan Nilai Tukar Petani, Harga Gabah dan Beras, serta Indeks Harga Perdagangan Besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper