Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Window Dressing Lebih Awal, Reksa Dana Saham Ikut Mencuat

Kenaikan IHSG sepanjang pekan lalu membuat kinerja reksa dana saham melejit dan menjadi jawara dibandingkan jenis reksa dana lainnya.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 30 November 2020  |  12:42 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Momentum window dressing yang biasanya terjadi pada bulan Desember, kini dipercaya lebih awal terjadi seiring dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Faktor tersebut turut mengerek kinerja reksa dana saham.

Infovesta Utama dalam laporannya menyampaikan seluruh jenis indeks reksa dana mencetak imbal hasil positif pada penutupan pekan lalu. Kinerja IHSG sepekan naik sebesar 3,8 persen, diikuti oleh reksa dana saham dan reksa dana campuran yang mencatatkan imbal hasil positif masing-masing sebesar 4,32 persen dan 2,54 persen.

Selanjutnya, kinerja reksa dana pendapatan tetap juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,35 persen dan kinerja reksa dana pasar uang tercatat positif sebesar 0,08 persen.

Obligasi Pemerintah mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen dan Obligasi Korporasi mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen.

Menurut tim analis Infovesta, bulan Desember ini merupakan bulan yang cukup dinantikan bagi investor, karena pada bulan inilah umumnya terjadi Window Dressing setiap tahunnya yang terjadi di seluruh Dunia.

Window Dressing adalah tindakan yang dilakukan oleh para Manajer Investasi, Dana Pensiun, maupun Asuransi untuk memperbaiki kinerja dalam laporan ke klien yang akan digunakan sebagai acuan kinerja di tahun berikutnya.

Hal inilah yang membuat pasar saham Indonesia yang tercermin melalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara historikal selama 10 tahun terakhir mengalami peningkatan tertinggi di bulan Desember dengan rata-rata kenaikan sebesar 3,23 persen sedangkan pada bulan-bulan sebelumnya mencatatkan rata-rata kenaikan sebesar 0,63 persen.

Pada Desember 2019 sendiri, IHSG mencatatkan return bulanan sebesar 4,79 persen. Lalu, apakah masih ada peluang adanya Window Dressing pada 2020 seperti yang terjadi tahun-tahun sebelumnya?

Sejak awal 2020, kinerja pasar modal Indonesia mengalami tekanan akibat perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Hal ini tidak hanya terjadi pada pasar saham saja, melainkan kepada pasar obligasi yang juga berdampak terhadap kinerja reksa dana di Indonesia.

"Karena investor memilih untuk berinvestasi pada instrumen yang lebih aman seperti safe haven dan juga deposito," imbuh Infovesta.

Namun, dengan adanya berbagai dukungan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi serta stimulus seperti pemangkasan suku bunga acuan sebanyak 5 kali di tahun 2020 dan telah mencatatkan angka terendah di level 3,75 persen inilah yang membuat pasar modal Indonesia kembali dilirik oleh investor lokal maupun asing.

Selain itu, kinerja IHSG selama dua bulan terakhir ini telah mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan dimana pada bulan Oktober kinerja IHSG tercatat naik sebesar 5,30 persen, sedangkan pada bulan November per tanggal 27 November tercatat sebesar 12,77 persen ke level Rp5.783.

Ini merupakan kenaikan tertinggi kedua sejak bulan September 2010 sebesar 13,61 persen. Dengan penguatan IHSG yang cukup tinggi pada bulan November ini juga telah banyak membantu kinerja portofolio para investor sehingga terlihat seperti Window Dressing telah dilakukan lebih awal.

Namun, masih terdapat peluang yang sangat besar bahwa pada bulan Desember ini masih akan dilakukan Window Dressing karena belum ada isu negatif baru yang dapat mempengaruhi kinerja pasar secara signifikan.

IHSG sendiri masih berpotensi untuk bergerak ke level 5.800 hingga akhir tahun 2020 walaupun akan diiringi dengan koreksi sehat di pasar saham setelah mengalami reli selama beberapa minggu terakhir.

Oleh karena itu, investor yang masih belum memiliki produk reksa dana berbasis saham dapat mengambil kesempatan ini dengan menambah risiko dalam portofolionya karena masih terdapat peluang Window Dressing di akhir tahun 2020.

Namun, investor tetap perlu berjaga-jaga dan terus memantau perkembangan pasar baik secara lokal maupun global seperti perkembangan kasus Covid-19, transisi pemerintahan di Amerika Serikat, dan lain sebagainya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG reksa dana window dressing
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top