Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Bertahan Menguat di Sesi I, Seluruh Sektor Menghijau

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di level 5.621,17 dengan penguatan 0,89 persen atau 49,51 poin pada akhir sesi I.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 November 2020  |  11:56 WIB
Karyawan mengamati pergerakan saham di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/11/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan mengamati pergerakan saham di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/11/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan masih terus melaju di zona hijau hingga akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (23/11/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di level 5.621,17 dengan penguatan 0,89 persen atau 49,51 poin pada akhir sesi I.

Pada awal perdagangan, IHSG sudah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,48 persen atau 26,81 poin ke level 5.598,46. Sepanjang sesi I, indeks bergerak dalam kisaran 5.583,33-5.627,13.

Sebanyak 287 saham terpantau menguat, 143 saham melemah, sedangkan 178 saham stagnan.

Seluruh indeks sektoral BEI terpantau menguat pada sesi I, dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 2,28 persen, disusul sektor infrastruktur yang naik 1,79 persen.

Total volume transaksi perdagangan hingga akhir sesi I mencapai 12,05 miliar saham dengan nilai mencapai Rp6,16 triliun. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar 199,74 miliar.

Investor asing tercatat paling banyak membeli saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dengan total net sell mencapai Rp88,08 miliar.

Posisi BBRI disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatat net sell Rp76,5 miliar.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG terlihat sedang berada dalam fase konsolidasi wajar.

“[Hal ini] didorong oleh sentimen capital outflow secara year-to-date (ytd),” ungkapnya dalam riset yang diterima Bisnis.com, Senin (23/11/2020).

Namun, ia mengatakan jika IHSG dapat dipertahankan di atas level resisten, maka indeks masih berpeluang untuk mengalami kenaikan jangka pendek. Hal ini mengingat mengingat hingga saat ini kondisi perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang stabil.  

William memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran level 5.502 – 5.628 pada perdagangan hari ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top