Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Rebound, Dipicu Kekhatiran Trump dan Prospek Stimulus

Pada Rabu (11/11/2020) pukul 06.21, harga emas spot naik 0,08 persen atau 1,5 poin menuju US$1.878,82 per troy ounce.
Calon Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Joe Biden (kanan)./Istimewa
Calon Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Joe Biden (kanan)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas global berhasil menguat pada penutupan perdagangan Selasa (10/11/2020), setelah hari sebelumnya anjlok 5,2 persen. Harga emas ditopang progres hasil Pilpres AS dan kelanjutan stimulus.

Harga emas spot pada perdagangan kemarin ditutup menguat 0,5 persen menuju US$1.873,06 per troy ounce. Pada Rabu (11/11/2020) pukul 06.21, harga emas spot naik 0,08 persen atau 1,5 poin menuju US$1.878,82 per troy ounce.

Mengutip Economic Times, harga emas naik kemarin karena harapan lebih banyak langkah stimulus AS untuk mengatasi dampak dari meningkatnya kasus Covid-19. Hal ini mendorong investor menuju logam mulia sebagai lindung nilai inflasi.

Harga emas sempat turun ke US$1.849,93, atau level terendah sejak 28 September 2020, karena pada hari Senin produsen obat AS Pfizer Inc mengatakan vaksin Covid-19 eksperimentalnya lebih dari 90 persen efektif, berdasarkan hasil uji coba awal.

"Saya masih berpikir kita akan mendapat lebih banyak stimulus dan Fed akan mempertahankan suku bunga rendah, sementara vaksin akan memberikan dorongan reflasi ... Itulah mengapa pasar masih memegang emas," kata Stephen Innes, kepala pasar global ahli strategi di perusahaan jasa keuangan Axi.

Selain itu, kampanye Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengajukan gugatan di pengadilan federal Pennsylvania, berusaha untuk memblokir pejabat negara bagian dari sertifikasi kemenangan Presiden terpilih Joe Biden di negara bagian.

Presiden Bank Federal Reserve Dallas Robert Kaplan mengatakan pada hari Senin bahwa ekonomi AS pulih dari kontraksi yang dalam, tetapi kebangkitan Covid-19 menimbulkan risiko penurunan.

Presiden Cleveland Federal Reserve Bank Loretta Mester mengatakan program pinjaman darurat yang dibentuk The Fed selama pandemi virus corona masih diperlukan.

Kepemilikan di SPDR Gold Trust, Exchange Traded Fund (ETF) di bursa dengan simpanan emas terbesar di dunia, turun 0,83 persen menjadi 1.249,79 ton pada hari Senin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Sumber : Economic Times
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper