Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pendapatan dari Pasien Rawat Inap Meningkat, Kinerja RS Hermina (HEAL) Moncer

Berdasarkan laporan keuangan per September 2020, emiten berkode saham HEAL tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp2,88 triliun, naik 7,26 persen secara tahunan.
RS Hermina Kemayoran./herminahospital.com
RS Hermina Kemayoran./herminahospital.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten rumah sakit PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) mencatatkan kinerja yang cemerlang hingga kuartal ketiga tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2020, emiten berkode saham HEAL tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp2,88 triliun, naik 7,26 persen secara tahunan.

Perseroan mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 5,96 persen secara tahunan menjadi Rp1,57 triliun, diikuti dengan beban usaha sebesar 5,68 persen secara tahunan menjadi Rp30,24 miliar.

Namun, perseroan berhasil memaksimalkan penghasilan lain-lain yang naik menjadi Rp52,37 miliar, penghasilan keuangan yang juga meningkat menjadi Rp24,32 miliar.

Berdasarkan rincian pendapatannya, HEAL mencatatkan kenaikan pendapatan dari layanan rawat inap yang menyumbang 64 persen dari pemasukan persen. Pendapatan dari layanan rawat inap juga meningkat 12,48 persen dibandingkan perolehan pada tahun lalu.

Adapun, pendapatan dari layanan rawat jalan perseroan menurun tipis 1 persen menjadi Rp1,02 triliun hingga September tahun ini.

Pemasukan dari rumah sakit yang beroperasi di wilayah Jawa juga masih menjadi penopang bisnis perseroan dengan besaran Rp2,62 triliun sebelum eliminasi, diikuti dengan Sumatera sebesar Rp216,56 miliar sebelum eliminasi.

Di sisi lain, perseroan juga mencatatkan kenaikan liabilitas 18,33 persen dibandingkan capaian akhir tahun menjadi Rp2,7 triliun, diikuti dengan peningkatan ekuitas sebesar 12,52 persen dibandingkan dengan Desember 2019 menjadi Rp3,11 triliun.

Dengan demikian, aset perseroan menjadi Rp5,81 triliun, naik 15,15 persen dibandingkan dengan Desember 2020.

Terakhir, kas dan setara kas pada akhir periode perseroan naik 140,86 persen secara tahunan menjadi Rp1,04 triliun dikarenakan penerimaan kas dari pasien. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper