Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Efek Pilpres AS dan Penguatan Rupiah, Investor Buru Sukuk hingga Rp22,6 T

Total penawaran sukuk yang masuk senilai Rp22,63 triliun untuk lima seri SBSN yang terdiri atas 1 surat perbendaharaan negara syarian (SPN-S) dan empat project based sukuk (PBS).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 November 2020  |  14:51 WIB
Nasabah sedang melakukan transaksi pembelian Sukuk Ritel SR013 melalui kantor cabang BNI Syariah, Jumat (28/8). - bnisyariah\\r\\n
Nasabah sedang melakukan transaksi pembelian Sukuk Ritel SR013 melalui kantor cabang BNI Syariah, Jumat (28/8). - bnisyariah\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Lelang surat berharga syariah negara, Selasa (10/11/2020), menghasilkan penawaran masuk senilai Rp22,63 triliun.

Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pemerintah telah melakukan lelang surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara.

Hasilnya, total penawaran yang masuk senilai Rp22,63 triliun untuk lima seri SBSN yang terdiri atas 1 surat perbendaharaan negara syarian (SPN-S) dan empat project based sukuk (PBS).

Hasil lelang menunjukkan penawaran terbanyak masuk untuk seri PBS028 yang jatuh tempo 15 Oktober 2046 dengan total Rp8,005 triliun. Dari penawaran yang masuk, yield atau imbal hasil rerata tertimbang yang dimenangkan 7,31 persen dengan jumlah nominal dimenangkan Rp4,35 triliun.

Seri selanjutnya yang paling diincar oleh investor yakni PBS026 yang jatuh tempo 15 Oktober 2024 dengan total penawaran masuk Rp5,409 triliun. yield rerata tertimbang yang dimenangkan 5,12 persen dengan jumlah nominal yang dimenangkan Rp1,6 triliun.

Adapun, total nominal yang dimenangkan dari keenam seri yang ditawarkan senilai Rp10 triliun.

SeriJatuh TempoPenawaran MasukJumlah DimenangkanYield rata-rata tertimbang yang dimenangkan
SPNS1105202111 Mei 2021Rp2,121 triliunRp1  triliun 3,02%
PBS02715 Mei 2023

 

Rp2,035 triliunRp1,150 triliun4,45%

 

PBS02615 Oktober 2024Rp5,409 triliunRp1,6 triliun5,12%

 

PBS02515 Mei 2033Rp5,061 triliun

 

Rp1,9 triliun6,8%

 

PBS02815 Oktober 2046Rp8,005 triliunRp4,350 triliun7,31%

 

 

Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menjelaskan, hasil lelang sukuk kali ini dipengaruhi oleh terpilihnya Joe Biden sebagai presiden baru Amerika Serikat. Hal tersebut menimbulkan harapan dari pelaku bahwa kondisi pasar global akan lebih kondusif dibandingkan dengan masa pemerintahan Donald Trump.

Ia melanjutkan, rampungnya pemilihan presiden AS juga membuat para pelaku pasar perlahan-lahan kembali ke pasar obligasi Indonesia. Hal tersebut karena mulai berkurangnya tingkat volatilitas global.

“Kondisi pasar sekunder obligasi Indonesia juga saat ini menunjukkan tren penguatan dalam 4 hari terakhir,” katanya saat dihubungi pada Selasa (10/11/2020).

Dari dalam negeri, Ramdhan mengatakan penguatan nilai rupiah terhadap dolar AS juga membuat para pelaku pasar menilai saat ini menjadi momen yang tepat untuk kembali masuk ke Indonesia melalui instrumen obligasi.

Ramdhan mengatakan, investor domestik masih menjadi tumpuan hasil lelang sukuk hari ini. Hal ini terlihat dari jumlah penawaran seri bertenor panjang, PBS028, yang cukup besar.

“Seri tenor panjang kebanyakan dibeli oleh investor dari Dana Pensiun maupun Dana Asuransi karena menawarkan yield yang lebih tinggi,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Obligasi sukuk Pilpres AS 2020
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top