Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Genjot Likuiditas ETF, BEI Hilangkan Batas Maksimal Pergerakan Harga

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menuturkan, maximum price movement sebelumnya hanya ditetapkan sebanyak 10 tick atau 10 kali fraksi harga ETF dan dengan penyesuaian yang dilakukan kini menjadi tidak terbatas
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 10 November 2020  |  13:31 WIB
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menjelaskan kebijakan baru dalam perdagangan ETF, Selasa (10/11 - 2020). Maximum price movement sebelumnya hanya ditetapkan sebanyak 10 tick atau 10 kali fraksi harga ETF dan dengan penyesuaian yang dilakukan kini menjadi tidak terbatas.
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menjelaskan kebijakan baru dalam perdagangan ETF, Selasa (10/11 - 2020). Maximum price movement sebelumnya hanya ditetapkan sebanyak 10 tick atau 10 kali fraksi harga ETF dan dengan penyesuaian yang dilakukan kini menjadi tidak terbatas.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan menyesuaian batas maksimal pergerakan harga (maximum price movement) untuk transaksi exchange trade fund (ETF) di pasar sekunder.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menuturkan, maximum price movement sebelumnya hanya ditetapkan sebanyak 10 tick atau 10 kali fraksi harga ETF dan dengan penyesuaian yang dilakukan kini menjadi tidak terbatas.

“Penyesuaian ini telah mulai diterapkan 9 November 2020 kemarin, sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor II-C tentang Perdagangan Unit Penyertaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Di Bursa,” ujarnya dalam konferensi pers daring, Selasa (10/11/2020).

Hasan menuturkan, dengan ditetapkannya maximum price movement perdagangan ETF menjadi tidak terbatas, diharapkan Investor akan lebih efisien dan efektif dalam melakukan permintaan beli dan/atau penawaran jual ETF.

Selain itu, inovasi tersebut juga diharapkan akan lebih memudahkan dealer partisipan ETF dalam memberikan kuotasi ETF sesuai dengan volatilitas pasar dan spread yang diperlukan oleh dealer partisipan.

“Kami juga berharap perdagangan ETF akan semakin likuid dan lebih banyak transaksi yang dapat terjadi di pasar sekunder,” imbuhnya.

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menambahkan, penyesuaian aturan ini diperlukan sebab otoritas menilai perkembangan ETF terbilang pesat dalam lima tahun terakhir, tapi tak dibarengi peningkatan likuiditas transaksinya,.

“Jadi produknya sudah banyak tapi likudiitasnya kurang baik makanya peraturan ini dikeluarkan. Sebenarnya ETF ini sifatnya seperti saham, jadi perlu aturan untuk meng-encourage investor untuk melakukan transaksi layaknya saham,” tutur dia.

Bursa mengharapkan dengan adanya penyesuaian ini ke depannya masyarakat dan investor dapat lebih banyak bertransaksi ETF dengan didasari value yang ditawarkan oleh perdagangan ETF, yaitu efisien, transparan dan fleksibel.

Perdagangan ETF bersifat efisien karena dapat ditransaksikan di pasar primer maupun pasar sekunder BEI, dengan portofolio yang terdiversifikasi dan penyelesaiannya sama dengan saham. Selain itu isi portofolio ETF yang selalu diumumkan pada Website BEI meningkatkan transparansi perdagangan dan Konstituen ETF.

Tidak hanya itu, transaksi ETF yang dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun selama jam perdagangan Bursa, baik pada Pasar Primer maupun Pasar Sekunder BEI, membuat transaksi ETF menjadi sangat mudah dan fleksibel.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia etf
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top