Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sentimen Pilpres AS Bisa Dorong Aksi IPO di BEI pada 2021

Hasil Pilpres AS akan membuat emerging market mengalami reli dan menyemarakkan aksi korporasi.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 10 November 2020  |  11:07 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Sentimen rampungnya proses Pilpres AS diperkirakan akan memacu kinerja bursa negara berkembang pada 2021. Aksi korporasi pun diperkirakan semakin semarak, seperti penawaran umum saham perdana atau IPO.

Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Dannif Danusaputro mengungkapkan pipeline IPO ekuitas dari perseroan semuanya untuk dilaksanakan pada 2021. Menurutnya, hasil Pilpres AS akan membuat emerging market mengalami reli.

“Pengaruh terhadap rencana IPO emiten secara tidak langsung akan positif,” paparnya, Senin (9/11/2020).

Corporate Secretary PT Panin Sekuritas Tbk. Prama Nugraha mengatakan hasil Pilpres AS berdampak terhadap ekspektasi ekonomi AS yang lebih baik. Optimisme itu memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan baik global maupun Indonesia.

Prama mengungkapkan perseroan tidak menangani emiten IPO sampai akhir 2021. Aksi korporasi iu menurutnya baru akan dilaksanakan semester I/2021.

“Untuk proses IPO yang kami tangani memerlukan persiapan yang diperkirakan akan siap pada tahun 2021, seiring dengan membaiknya kondisi makro ekonomi,” tuturnya.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah kedatangan 46 emiten baru sepanjang periode berjalan 2020 sampai dengan Senin (9/11/2020). Catatan otoritas bursa menunjukkan total penggalangan dana yang dihimpun lewat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) mencapai Rp5,22 triliun sampai dengan akhir Oktober 2020.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna Setya mengungkapkan saat ini terdapat 18 perusahaan yang berencana melakukan pencatatan saham. Daftar itu dihuni perusahaan dari berbagai sektor.

“Adapun, 18 perusahaan di atas masih menjalani proses evaluasi penawaran umum dan diperkirakan aksi IPO akan terjadi pada November 2020—Desember 2020,” ujarnya Senin (9/11/2020).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei ipo Pilpres AS 2020
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top