Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) Rugi, Lihat Rekomendasi Sahamnya

BEST berbalik rugi Rp107,50 miliar selama sembilan bulan pertama tahun ini, berbalik dari laba Rp210,83 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 03 November 2020  |  13:07 WIB
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk - Istimewa
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pengembang lahan industri PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST) berbalik rugi pada akhir September 2020 akibat pendapatan usaha yang menyusut.

Berdasarkan laporan keuangan per akhir kuartal III/2020, emiten berkode saham BEST membukukan penurunan pendapatan sebesar 66,68 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp202,42 miliar dari sebelumnya Rp607,60 miliar.

BEST pun berbalik rugi Rp107,50 miliar selama sembilan bulan pertama tahun ini, dari laba Rp210,83 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Yasmin Soulisa menuliskan dalam riset terbarunya yang dipublikasikan lewat Bloomberg bahwa BEST seperti emiten properti lainnya telah kesulitan melakukan marketing sales pada masa pandemi.

Namun, pendapatan berulang milik perseroan cukup tangguh untuk menahan penurunan pendapatan dan kerugian yang lebih jauh.

Pendapatan penjualan tanah yang selama ini menjadi tulang punggung perseroan tertekan paling dalam sebesar 83,93 persen yoy menjadi Rp79,88 miliar.

Tak hanya itu, pendapatan hotel juga terkontraksi 55,59 persen yoy menjadi Rp5,44 miliar.

Di sisi lain, pendapatan biaya perawatan, jasa, air, dan sewa mengalami kenaikan 8,46 persen menjadi Rp86,96 miliar dan pendapatan lain-lain tumbuh 66,74 persen menjadi Rp30,13 miliar.

“Di tengah kondisi yang tidak menguntungkan, kami optimistis perseroan akan mampu menjaga kondisi keuangan teta sehat dengan debt gearting ratio yang hanya naik sedikit menjadi 0,3 kali pada September 2020 dari 0,2 kali pada 2019,” tulis Yasmin, seperti dikutip pada Selasa (3/11/2020).

Yasmin menunjukkan bahwa pendapatan BEST hingga akhir kuartal III/2020 termasuk penjualan tanah seluas 3 hektar yang telah diakui pada kuartal II/2020 dengan rata-rata harga jual (average selling price/ASP) hingga Rp2,90 juta per meter persegi.

Hingga akhir tahun ini, Ciptadana Sekuritas tidak yakin BEST dapat membukukan penjualan tanah yang signifikan. Hingga September 2020, BEST melaporkan belum membukukan marketing sales lagi.

“Namun demikian, kami yakin kondisi akan lebih baik pada tahun depan mengingat inquiry tanah masih 66 hektar per September 2020,” tulis Yasmin.

Dengan kondisi dan performa yang terlihat saat ini. Yasmin memangkas perkiraan pendapatan BEST pada 2020 sebesar 30,5 persen menjadi Rp292 miliar dan 30 persen menjadi Rp315 miliar pada 2021.

Sementara itu, rugi diperkirakan mencapai Rp24 miliar pada 2020 sebelum pulh pada 2021 menjadi Rp45 miliar.

Ciptadana Sekuritas Asia menurunkan rekomendasi saham BEST menjadi tahan dengan target harga Rp200 per saham dari sebelumnya beli dengan target harga Rp250 per saham.

Di lantai bursa, saham BEST diperdagangkan stagnan pada level Rp177 per saham pada Selasa (3/11/2020) pukul 12.18 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham kawasan industri bekasi fajar industrial estate
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top