Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembahasan Stimulus Buntu, Wall Street Terkoreksi Dua Sesi Beruntun

Pelaku pasar kecewa karena harapan persetujuan stimulus sebelum pemilu 3 November 2020 sirna. Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average ditutup melemah masing-masing 0,30 persen dan 0,80 persen.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  04:24 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. -  Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah dua hari beruntun seiring dengan harapan persetujuan paket stimulus sebelum pemilu buyar.

Dilansir dari Bloomberg, indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average ditutup melemah masing-masing 0,30 persen dan 0,80 persen. Dalam perdagangan Selasa (27/10/2020), hampir empat saham turun untuk setiap satu saham yang naik. 

Wall Street sebetulnya punya harapan untuk terhindar dari koreksi berkat kenaikan saham-saham teknologi. Namun, itu saja ternyata tidak cukup.

Saham-saham teknologi menguat setelah Advanced Micro Devices Inc mengumumkan akuisisi senilai US$35 miliar. Saham Xilink Inc juga melonjak setelah setuju untuk diakuisisi AMD. 

Saham Amazon.com Inc dan Apple Inc juga naik karena pelaku pasar tengah mencari perusahaan yang masih moncer selama penerapan lockdown.

Bursa saham terpukul dalam beberapa pekan terakhir,dipicu spekulasi terkait kemungkinan persetujuan paket stimulus fiskal. Dengan waktu pemilihan umum tinggal menghitung jari, hampir tidak ada kemungkinan paket stimulus disetujui parlemen. 

Maka, investor kini beralih untuk mencari sentimen dari kesehatan perusahaan di AS. Namun, pagebluk virus corona ternyata malah semakin ganas. Data menunjukkan, jumlah rawat inap naik 10 persen dalam seminggu terakhir di 32 negara bagian.

"Jumlah kasus Covid dan rawat inap terus meningkat dan ini akan terus dipantau karena investor mengukur kemungkinan langkah-langkah mitigasi yang lebih ketat," kata Yousef Abbasi, ahli strategi pasar global di StoneX.

Di lain pihak, Andrew Slimmon, manajer portofolio senior di Morgan Stanley Investment Management, mengatakan dia tidak terkejut dengan penurunan saham baru-baru ini. Namun, dia memperkirakan kinerja saham akan naik pada tahun depan, siapapun yang memenangkan pemilu.

Berikut perkembangan pasar terkini

Saham

  • Indeks S&P 500 turun 0,3%
  • Indeks Stoxx Europe 600 turun 1%.
  • MSCI Asia Pacific Index naik 0,2%.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg merosot 0,1%.
  • Pound Inggris naik 0,2% menjadi $ 1,3055.
  • Yen Jepang menguat 0,3% menjadi 104,49 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi 10-tahun AS merosot tiga basis poin menjadi 0,77%.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman turun empat basis poin menjadi -0,62%.
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Inggris turun empat basis poin menjadi 0,23%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate naik 2,2% menjadi $ 39,42 per barel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top