Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Kabar yang Bikin Happy Investor Antam (ANTM), Laba Melonjak dan Saham Melesat

PT Aneka Tambang Tbk. meraih pertumbuhan laba bersih 30,2 persen per September 2020. Di sisi lain, dalam periode tahun berjalan atau year to date, saham Antam sudah melesat 25 persen per 27 Oktober 2020.
Finna U. Ulfah & M. Nurhadi Pratomo
Finna U. Ulfah & M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  09:24 WIB
Karyawati menunjukkan replika logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (6/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menunjukkan replika logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (6/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Investor PT Aneka Tambang Tbk. pantas semringah melihat kinerja sembilan bulan 2020 yang cemerlang. Kendati diterpa pandemi covid-19, Antam berhasil mencetak kenaikan laba 30 persen sehingga turut mengerek harga saham.

Laporan keuangan perseroan menunjukkan, per September 2020, Antam meraih  laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp835,78 miliar. Angka itu naik 30,2 persen dibandingkan dengan periode September 2019.

Sebetulnya, pendapatan Antam turun 26,55 persen menjadi Rp18,03 triliun. Namun, emiten berkode saham ANTM itu mampu menekan pos beban, antara lain beban penjualan dan pemasaran. Pengeluaran di pos tersebut susut 66 persen menjadi Rp341 miliar.

Sekretaris Perusahaan Aneka Tambang Kunto Hendrapawoko mengatakan bahwa   capaian pertumbuhan kinerja positif itu tidak terlepas dari upaya perseroan untuk menjaga kinerja operasi, peningkatan penjualan komoditas utama, dan penerapan strategi efisiensi biaya yang tepat.

“Di tengah pandemi, ANTM dapat menjaga kesinambungan produksi dan pertumbuhan penjualan melalui penerapan protokol kesehatan sehingga performa profitabilitas ANTM terjaga tetap solid,” ujar Kunto seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (27/10/2020).

Untuk diketahui, komoditas emas masih menjadi kontributor terbesar Antam dengan pangsa 72 persen terhadap total penjualan. Pada periode Juli hingga September, ANTM mencatatkan pertumbuhan pendapatan dari komoditas emas hingga 170 persen sebesar Rp6,58 triliun dibandingkan dengan nilai penjualan tiga bulan sebelumnya sebesar Rp2,43 triliun.

Tidak hanya kinerja keuangan yang ciamik, saham Antam juga terkerek hingga 25,60 persen sejak awal tahun atau year to date. Pada perdagangan kemarin, saham ANTM ditutup melemah 5 poin atau 0,47 persen ke level 1.055.

Berdasarkan data Bloomberg, saham ANTM menyentuh titik nadir pada 23 Maret 2020 di level 348. Sejak saat itu, saham ANTM sudah melesat 203 persen. Kenaikan saham ANTM paling kentara terjadi selama Oktober 2020, yakni naik 47,55 persen.

Saham ANTM terkerek seiring rencana pemerintah mendirikan Indonesia Battery Holding. Holding ini dibentuk untuk  menggenjot hilirisasi pertambangan. Lewat IBH, cadangan nikel yang melimpah bisa menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik.

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan Antam akan menjadi perwakilan MIND ID di dalam holding yang beranggotakan PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) di dalam IBH. Tiga perusahaan itu menurutnya akan bergabung di holding dengan komposisi kepemilikan yang sama.

“Kami akan join holding dengan Antam dan mitra dari luar yang akan bekerja sama dengan kami,” jelasnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (15/10/2020).

Nilai investasi proyek pengembangan baterai dari tambang nikel hingga menjadi baterai kotak ini diperkirakan mencapai US$12 miliar. 

Saat ini, tim pengembangan proyek tersebut secara intensif tengah menyiapkan rencana kerja sama dengan calon mitra asing yang berasal dari China dan Korea Selatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam Harga Emas Antam Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top