Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Simpang Siur Stimulus AS, Bursa India Lesu

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P BSE Sensex terpantau melemah 0,1 persen ke posisi 40.629,5 hingga pukul 09.54 waktu Mumbai, India. Sementara itu, indeks Nifty 50 juga terpantau turun 0,2 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  12:37 WIB
Otoritas pasar modal India, Bombay Stock Exchange (BSE). - Bloomberg
Otoritas pasar modal India, Bombay Stock Exchange (BSE). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham India melemah seiring dengan kabar simpang-siur kesepakatan paket stimulus AS dan sikap investor yang terus memantau hasil laporan keuangan perusahaan di negara tersebut

Berdasarkan laporan dari Bloomberg pada Senin (26/10/2020), indeks S&P BSE Sensex terpantau melemah 0,1 persen ke posisi 40.629,5 hingga pukul 09.54 waktu Mumbai, India. Sementara itu, indeks Nifty 50 juga terpantau turun 0,2 persen.

Kedua indeks ini semakin mendekati posisi untuk menghapus kerugiannya tahun ini. Secara year to date (ytd), penurunan di bursa India kini hanya tinggal 1,3 persen.

Sebanyak 7 dari 19 indeks subsektor yang dikumpulkan oleh BSE Ltd mengalami koreksi yang mayoritas dimotori oleh pergerakan saham perusahaan energi. Saham Reliance Industries menjadi top loser indeks ini dengan koreksi 2 persen.

Sementara itu, Housing Development Finance Corp Ltd mencatatkan kenaikan terbesar sebanyak 0,4 persen. Adapun, IndusInd Bank Ltd menjadi top gainer dengan melesat 2,3 persen.

Ravi Singhal, analis GCL Securities Ltd menyatakan, tingkat suku bunga yang rendah dan optimisme investor terhadap kenaikan angka penjualan perusahaan selama musim perayaan menjadi faktor penopang pergerakan saham.

“Inflasi tinggi dalam jangka waktu panjang masih menjadi risiko utama disusul oleh volatilitas yang disebabkan oleh pilpres AS,” jelasnya dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, pemulihan ekonomi di India terus menunjukkan tren rebound. Hal tersebut terlihat dari capital inflow dari investor asing ke pasar saham yang mencapai US$2,2 miliar. Catatan tersebut merupakan inflow tertinggi sejak Agustus lalu.

Di sisi lain, rapat kebijakan bank sentral setempat pada bulan Oktober mengindikasikan upaya peningkatkan pemulihan ekonomi India sebagai fokus utama dibandingkan dengan mencapai target inflasi.

Sementara itu, 6 dari 16 konstituen indeks Nifty 50 yang telah merilis laporan keuangannya berhasil menyamai atau melebihi perkiraan awal para analis. Kotak Mahindra Bank Ltd., dan SBI Life akan merilis laporan keuangannya pada Senin ini waktu setempat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa india
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top