Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anggota Indeks Bisnis-27 Dirombak, Ini Pertimbangan Komite

Komite Indeks Bisnis-27 mempertimbangkan aspek free float dalam penyesuaian konstituen indeks. Dibandingkan dengan indeks LQ45 yang mengacu pada aspek likuiditas, risiko pengelolaan portofolio Indeks Bisnis-27 dinilai lebih baik karena berorientasi pada kapitalisasi pasar.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  05:26 WIB
Bursa Efek Indonesia, Jakarta. -  Dimas Ardian / Bloomberg
Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - Dimas Ardian / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Komite Indeks Bisnis-27 mengubah komposisi anggota indeks yang akan berlaku mulai November 2020. Volatilitas yang tinggi pada saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo menjadi salah satu pertimbangan komite.

Berdasarkan rapat komite yang digelar pada Kamis (22/10/2020), indeks Bisnis-27 kedatangan lima emiten baru yakni PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. (BTPS), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO).

Dengan demikian, konstituen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.(TKIM) didepak dari jajaran konstituen.

Susunan tersebut kemudian akan efektif berlaku mulai 1 November 2020 sampai dengan 30 April 2021.

Analis Bisnis Indonesia Resources Center (BIRC) Anidatul Masruroh mengatakan pandemi membuat volatilitas pasar saham menjadi tinggi apalagi saham emiten berkapitalisasi jumbo banyak dibuang oleh asing. 

“Kalau dilihat dari tracking error-nya better dibandingkan dengan IHSG itu karena saham di indeks Bisnis-27 itu kebanyakan sektor consumer goods, perdagangan dan jasa, dan keuangan dengan fundamental yang baik,” jelasnya kepada Bisnis, di Wisma Bisnis Indonesia, Kamis (22/10/2020).

Adapun, konstituen Indeks Bisnis-27 sebelumnya mewakili seluruh sektor kecuali sektor pertanian. Uniknya, pada evaluasi yang berlangsung hari ini, Komite Indeks  kembali memasukkan AALI pada sektor pertanian.

Menurutnya, anggota konstituen Indeks Bisnis-27 mayoritas memang terdiri dari emiten berkapitalisasi besar. Dibandingkan dengan indeks LQ45 atau IDX30, risiko pengelolaan portofolio lebih baik.

“Bedanya kalau LQ45 metodologinya lebih ke likuiditas sementara kita mengedepankan kapitalisasi pasar yang besar,” sambungnya. 

Namun, hal ini bukan berarti saham anggota indeks tidak likuid karena komite juga mempertimbangkan aspek free float dalam penyesuaian konstituen indeks Bisnis-27.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG indeks bisnis27
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top