Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa AS Menguat, Pelaku Pasar Duga Stimulus Segera Diluncurkan

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 naik 3 poin menjadi 3.443,15 pada pukul 09.32 di New York. Adapun, pemberat pergerakan indeks S&P 500 berasal dari saham Netflix Inc. yang tumbang karena realisasi jumlah pelanggan (subscriber) tidak sesuai dengan perkiraan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  21:19 WIB
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Amerika Serikat dibuka menguat pada Rabu (21/10/2020). Optimisme perundingan stimulus fiskal AS mewarnai sentimen di bursa Wall Street sejak awal perdagangan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 naik 3 poin menjadi 3.443,15 pada pukul 09.32 di New York. Adapun, pemberat pergerakan indeks S&P 500 berasal dari saham Netflix Inc. yang tumbang karena realisasi jumlah pelanggan (subscriber) tidak sesuai dengan perkiraan.

Di sisi lain, obligasi Treasury AS turun bersama dolar AS di tengah spekulasi bahwa para pembuat kebijakan di Washington akan menemukan titik terang mengenai stimulus bernilai triliunan dolar.

Chief Foreign-Exchange Strategist Saxo Bank John Hardy mengatakan kenaikan yield obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun menembus 0,8 persen, atau level tertingginya sejak Juni, mencerminkan bahwa pasar menduga stimulus fiskal di AS akan diluncurkan sebelum Pemilu.

“Kenaikan yield mencerminkan pelaku pasar mengantisipasi kesepakatan stimulus AS akan segera datang dan Partai Demokrat bakal menduduki kursi presidensi dan senat pada Pemilu 3 November,” kata Hardy, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (21/10/2020).

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan dirinya berharap bakal ada belanja stimulus yang berlaku surut. Hal itu disampaikannya kendati mayoritas anggota Partai Republik sudah memperingatkan Presiden AS Donald Trump mengenai kesepakatan “mahal” yang akan diajukan Demokrat sebelum Pemilu.

Pemerintah AS mengatakan bakal ada kesepakatan mengenai stimulus fiskal tersebut dalam 48 jam ke depan. Adapun, stimulus fiskal untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi itu diajukan senilai US$1,88 triliun atau di bawah US$2,2 triliun seperti yang diajukan Pelosi sebelumnya.

Di Eropa, indeks saham anjlok untuk hari ketiganya berturut-turut. Saham emiten tambang emas seperti Fresnillo Plc. dan Centamin Plc. turun setelah ada kebijakan pemangkasan produksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bursa as wall street
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top