Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beda Pendapat Soal Stimulus Masih Besar, Wall Street Berbalik Melemah

Indeks S&P 500 sempat menguat di awal perdagangan berkat kemajuan pada negosiasi stimulus fiskal untuk pemulihan ekonomi AS. Pertumbuhan ekonomi China yang menyentuh hampir 5 persen di kuartal III/2020 juga menjadi sentimen positif.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  06:15 WIB
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York -  Bloomberg / Demetrius Freeman
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York - Bloomberg / Demetrius Freeman

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah ke level terendah dalam hampir dua pekan terakhir karena Kongres masih berbeda pendapat mengenai paket stimulus AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (19/10/2020), indeks Down Jones Industrial Average ditutup melemah 1,44 persen ke level 28.195,42. Sementara itu, indeks S&P 500 ditutup melemah 1,63 persen ke 3.426,92 dan indeks Nasdaq Composite melemah 1,65 persen ke level 11.478,88.

Indeks S&P 500 sempat menguat di awal perdagangan berkat kemajuan pada negosiasi stimulus fiskal untuk pemulihan ekonomi AS. Pertumbuhan ekonomi China yang menyentuh hampir 5 persen di kuartal III/2020 juga menjadi sentimen positif.

Namun, indeks kembali melemah menyusul perbedaan pendapat terhadap paket stimulus yang masih cukup besar di Senat yang dikendalikan Partai Republik. Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan negosiator kaukusnya masih berusaha mencapai kesepakatan.

Pelosi menetapkan batas waktu Selasa (20/10/2020) untuk pemungutan suara setelah diskusi panjang selama akhir pekan dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin. Di lain pihak, Senat AS yang didominasi Partai Republik menentang rancangan undang-undang stimulus tersebut.

Sementara itu, data menunjukkan bagian-bagian penting dari ekonomi AS melambat dua minggu menjelang pemungutan suara pemilihan presiden AS. Sementara itu, pejabat Federal Reserve memperingatkan pertumbuhan akan melambat tanpa stimulus tambahan.

"Karena harapan untuk stimulus sebelum pilpres memudar, pasar saham ikut memudar," kata kepala strategi ekuitas MAI Capital Management, Christopher Grisanti.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top