Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

​Pemulihan Ekonomi Mulai Berjalan, Bursa India Kembali Menghijau

Kenaikan pasar saham di India ditopang oleh kebijakan bank sentral yang mempermudah peraturan pemberian pinjaman kepada individu dan perusahaan kecil. Hal tersebut juga dinilai berdampak pada penurunan inflasi di negara tersebut.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  12:45 WIB
Gedung National Stock Exchange (NSE) di Mumbai, India. - nseindia.com
Gedung National Stock Exchange (NSE) di Mumbai, India. - nseindia.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar India memperpanjang tren penguatan di tengah optimisme investor terkait bantuan bank sentral dalam proses pembukaan kembali kegiatan ekonomi di negara tersebut

Berdasarkan laporan dari Bloomberg pada Senin (12/10/2020), indeks S&P BSE Sensex terpantau menguat 0,6 persen ke posisi 40.759,10 hingga pukul 10.10 waktu Mumbai, India. Indeks Nifty 50 juga terpantau naik 0,5 persen.

Sebanyak 13 dari 19 indeks subsektor yang dikumpulkan oleh BSE Ltd mengalami kenaikan yang mayoritas dimotori oleh pergerakan saham perusahaan konsumer. Saham Infosys menjadi motor utama kenaikan indeks saham Sensex dengan kenaikan 1,7 persen.

Sementara itu, saham Tata Steel Ltd mencatatkan penurunan valuasi saham terbesar pada hari ini dengan koreksi 0,4 persen.

Kenaikan pasar India ditopang oleh kebijakan bank sentral yang mempermudah peraturan pemberian pinjaman kepada individu dan perusahaan kecil. Hal tersebut juga dinilai berdampak pada penurunan inflasi di negara tersebut.

Sementara itu, riset dari Jefferies Financial Group juga menyatakan pemulihan ekonomi di India telah berjalan. Melalui model ekonominya, perusahaan tersebut menyebutkan, kegiatan ekonomi di India telah kembali ke level 93 persen sebelum terjadinya pandemi virus corona.

"Kebijakan bank sentral, respon perusahaan yang positif, dan valuasi yang menarik menjadi faktor penopang kenaikan bursa India. Meski demikian, tingkat volatilitas akan semakin tinggi seiring dengan aksi yang terjadi di pasar serta bertambahnya sentimen terkait lain,"  jelas laporan TIm Riset Morgan Stanley, yang diwakili oleh Ridham Desai.

Sementara itu, saham perusahaan komoditas Vedanta Ltd anjlok 15 persen setelah gagal mendapat restu dari pemilik saham minoritas untuk melakukan delisting. Pada pekan ini, Wipro Ltd, dan Infosys Ltd akan melaporkan performa keuangannya selama separuh pertama tahun 2020

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india bursa india
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top