Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Asia Variatif pada Awal Perdagangan, Indeks Topix & Hang Seng Melemah

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang melemah masing-masing 0,45 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,31 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  08:47 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham di Asia bergerak variatif pada awal perdagangan hari ini, Senin (12/10/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang melemah masing-masing 0,45 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,31 persen. Adapun, indeks Kospi menguat 0,34 persen.

Kontrak berjangka indeks S&P 500 melemah tipis setelah busa AS menguat pekan lalu. Sebagian besar pelaku pasar berspekulasi bahwa anggota parlemen akan mempercepat kesepakatan stimulus AS.

Investor akan mengamati penetapan nilai tukar mata uang harian di China hari ini setelah People’s Bank of China (PBOC) menghapus aturan  yang digunakan untuk mengendalikan pelemahan nilai tukar yuan. Selain, bank sentral juga menghapus persyaratan pencadangan untuk pembelian valuta asing.

"Kami masih melihat ruang untuk apresiasi yuan lebih lanjut, terutama dengan momentum pertumbuhan yang kuat di China, perbedaan imbal hasil yang luas dan arus masuk modal yang kuat karena inklusi indeks," kata kepala riset Asia di Australia & New Zealand Banking Group, Khoon Goh.

"Tapi pembuat kebijakan ingin mendorong lebih banyak aliran modal dua arah, dan menghapus persyaratan cadangan akan membantu,” lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, pembicaraan stimulus AS terus berlanjut. Presiden Donald Trump dan Ketua DPR Nancy Pelosi saling menyalahkan atas kurangnya perkembangan dalam kesepakatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top