Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Progres PLTU Kolaborasi PTBA dan China Huadian Sudah 50 Persen

PLTU Sumsel-8 ditargetkan beroperasi komersial mulai kuartal I/2022.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  05:00 WIB
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) Arviyan Arifin memberikan keterangan saat paparan kinerja di Jakarta, Rabu (4/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) Arviyan Arifin memberikan keterangan saat paparan kinerja di Jakarta, Rabu (4/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bukit Asam Tbk. menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Sumsel-8 dapat beroperasi secara komersial pada 2022.

Sekertaris Perusahaan Bukit Asam Apollonius Andwie C mengungkapkan perseroan memiliki proyek kerja sama dengan investor asing, China Huadian. Keduanya berkolaborasi dalam membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Sumsel-8 dengan kapasitas 2x620 MW.

Apollonius mengatakan proyek ini sedang berlangsung dan progresnya sudah mencapai sekitar 50 persen. PLTU Sumsel-8 menurutnya ditargetkan beroperasi komersial mulai kuartal I/2022.

“Kolaborasi ini pastinya membawa dampak yang sangat baik untuk perseroan,” ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan bahwa emiten berkode saham PTBA itu terus berupaya mencari peluang bisnis untuk meningkatkan nilai tambah dan memperluas bisnis perusahaan. Produsen batu bara itu menyatakan selalu terbuka untuk bekerja sama dengan para investor baik dalam maupun luar negeri.

Seperti diketahui, PLTU Sumsel-8 dibangun oleh PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) dengan nilai investasi US$1,68 miliar dengan skema pembiayaan ekuitas 25 persen dan utang 75 persen. HBAP merupakan konsorsium antara Bukit Asam dengan persentase kepemilikan 45 persen dan China Huadian Hongkong Company Ltd 55 persen.

Konstruksi PLTU Sumsel-8 telah dimulai sejak Juni 2018 yang diperkirakan memerlukan waktu selama 42 bulan untuk Unit I dan 45 bulan untuk Unit II. Total kebutuhan batu bara diperkirakan sebesar 5,4 juta ton per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN ptba pltu
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top