Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Adhi Karya (ADHI) Dapat Dana Segar Rp1,8 Triliun dari Proyek LRT

Hingga 25 September 2020, progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 77,3 persen. Adapun total pembayaran yang sudah diterima Adhi Karya dari proyek ini mencapai Rp10,8 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  11:00 WIB
Suasana proyek pembangunan LRT (Light Right Transit) di Kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Suasana proyek pembangunan LRT (Light Right Transit) di Kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konstruksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk telah menerima realisasi pembayaran keenam untuk pekerjaan proyek LRT Jabodebek Fase I senilai Rp1,8 triliun.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Noegroho mengatakan, pembayaran berasal dari  Pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero). Adapun jumlah tersebut belum termasuk pajak.

“Pembayaran ini dilakukan berdasarkan progres pekerjaan dari bulan Oktober 2019 sampai dengan Desember 2019,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Kamis (10/1/2020).

Sementara itu, secara keseluruhan emiten berkode saham ADHI itu telah menerima pembayaran atas pembangunan prasarana LRT Jabodebek senilai Rp10,8 triliun.

Hingga 25 September 2020, progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 77,3 persen. 

Secara rinci, lintas pelayanan 1  dengan rute Cawang – Cibubur  telah rampung 91,2 persen, lintas pelayanan 2 dengan jalur  Cawang – Kuningan – Dukuh Atas mencapai 73,0 persen, serta lintas pelayanan 3 dengan rute Cawang – Bekasi Timur rampung 70,7 persen.

Dalam Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2015 beserta perubahannya, ADHI dinyatakan sebagai kontraktor pelaksana dari pembangunan kereta api ringan/ light rail transit di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi – LRT Jabodebek. 

Pembangunan ini meliputi, pekerjaan fisik untuk jalur dengan konstruksi jalur layang, fasilitas operasi, railway, trackwork, pembangunan stasiun, temporary pitstop, serta depo.

LRT Jabodebek Fase I dibangun dengan menggunakan struktur utama berwujud lebih ramping dari struktur biasanya. Struktur ini merupakan teknologi u-shaped girder atau gelagar berbentuk huruf U yang diadopsi dari Prancis.

Teknologi ini dipilih karena desainnya ramping, sesuai dengan ketersediaan ruang di Jakarta. Selain ramping, desain ini memiliki berbagai keunggulan, antara lain memiliki kelebihan tahan gempa dan mampu meredam kebisingan. Selain itu, struktur ini menyediakan walkway atau ruang untuk berjalan.

Hingga pukul 10.55 WIB, saha Adhi Karya terpantau naik 5 poin atau 1 persen ke posisi 505. Sejak awal tahun, saham ADHI sudah terkoreksi 57,02 persen. Adapun dalam sebulan terakhir turun 16,53 persen..

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya LRT
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top