Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wika Gedung (WEGE) Beri Pinjaman ke Anak Usaha Rp116 Miliar, Untuk Apa ya?

Pinjaman dari Wika Gedung untuk anak usahanya berjangka waktu sepuluh tahun. Masa pinjaman berlaku 28 September 2020.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  08:16 WIB
Suasana rapat umum pemegang saham luar biasa PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk di Jakarta, Selasa (28/7/2020).  - WIKA Gedung
Suasana rapat umum pemegang saham luar biasa PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk di Jakarta, Selasa (28/7/2020). - WIKA Gedung

Bisnis.com, JAKARTA - PT WIjaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mengucurkan pinjaman kepada anak usahanya PT Wege Solusi Proklamasi (WSP) senilai Rp116 miliar.

Berdasarkan penjelasan dari keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia pada Kamis (1/10/2020), WEGE memberikan fasilitas pinjaman kepada WSP dengan plafon sebesar Rp116 miliar. Jangka waktu perjanjian pinjaman tersebut adalah selama 10 tahun dan berlaku sejak tanggal 28 September 2020.

Tujuan pemberian pinjaman kepada WSP adalah untuk memberikan tambahan modal kerja. Pinjaman tersebut diharapkan dapat mengebangkan kegiatan operasional WSP.

Untuk diketahui, WSP merupakan perusahaan patungan yang didirikan oleh WEGE dan PT Wika Pracetak Gedung (WPG). Perusahaan ini merupakan developer, pengelola gedung, dan operator aset Bank Mandiri di Jalan Proklamasi, Jakarta.

WEGE juga telah melakukan penandatangan Akta pendirian perseroan Terbatas PT WEGE Solusi Proklamasi (WSP), perusahaan Datungan (Joint Venture) antara WEGE dan PT WIKA Pracetak Gedung (WPG) selaku anak perusahaan WEGE yang nantinya bertindak sebagai developer, building management dan Operator aset Bank Mandiri di Jakarta.

Selama semester I/2020, WEGE mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 46,8 persen pada paruh pertama tahun 2020. Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk itu mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp96,61 miliar. 

Jumlah tersebut jauh dibawah catatan pada semester I/2019. Kala itu, WEGE tersebut mampu mencetak laba bersih senilai Rp181,6 miliar.

Turunnya laba bersih WEGE tidak terlepas dari koreksi pendapatan usaha selama paruh pertama 2020. WEGE membukukan pendapatan Rp1,71 triliun atau terkontraksi 20,46 persen dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp2,15 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Wika Gedung
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top