Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Lesu, Sektor-Sektor Ini Masih Tunjukkan Kinerja Optimal

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan IHSG mengalami penurunan dalam 3 bulan terakhir pada kuartal III/2020. Namun, ada beberapa sektor yang tetap tumbuh.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 30 September 2020  |  17:52 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah sektor usaha masih menunjukkan kinerja yang mumpuni ditengah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama kuartal III/2020.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan IHSG mengalami penurunan dalam 3 bulan terakhir pada kuartal III/2020. Menurutnya, perjalanan IHSG sepanjang kuartal ketiga diwarnai aksi jual dari para pelaku pasar.

"Salah satu penyebab penurunan ini adalah faktor siklus pergerakan IHSG pada kuartal ketiga yang memang menunjukkan penurunan," katanya saat dihubungi pada Rabu (30/9/2020).

Hal tersebut juga ditambah dengan kekhawatiran pelaku pasar terhadap resesi di Indonesia serta laju penyebaran virus corona yang belum dapat dikendalikan.

Reza menuturkan salah satu sektor penopang pergerakan IHSG selama kuartal III/2020, yaitu saham-saham dari perkebunan dan pertambangan. Dia menilai di tengah kondisi seperti saat ini, para pelaku pasar beralih ke sektor komoditas yang harganya cenderung naik.

“Hal ini juga mendukung harga saham perusahaan di sektor ini untuk bergerak naik,” imbuhnya.

Sementara itu, Analis FAC Sekuritas Wisnu Pambudi mengatakan sektor usaha yang memiliki ketahanan yang baik selama kuartal III/2020 adalah konsumer. Meski menurun, Wisnu menilai koreksi yang terjadi pada indeks sektor tersebut tidak sedalam sektor-sektor lainnya.

Ketahanan tersebut juga terlihat dari performa sejumlah emiten yang mampu menjaga pertumbuhan bottom linenya seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Menurutnya, pandemi ini membuat permintaan masyarakat terhadap makanan-makanan instan meroket untuk berjaga-jaga.

Selain itu, dia juga menilai performa pada bidang farmasi juga cukup mumpuni. Permintaan terhadap obat-obatan, baik kimia maupun herbal, terbilang tinggi. Hal tersebut berimbas pada kinerja perusahaan yang tidak terlalu tertekan dibanding sektor lainnya.

“Sektor konsumer juga kemungkinan akan lebih cepat pulih dengan terjaganya permintaan,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG indofood Resesi
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top