Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lagi-lagi Indeks Bisnis-27 Finis di Zona Merah

Indeks hasil kerja sama bursa dan Harian Bisnis Indonesia ini berakhir di level 428,18 setelah terkoreksi 3,35 poin atau 0,78 persen dibandingkan akhir perdagangan kemarin. 
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 29 September 2020  |  15:57 WIB
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 kembali berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini Selasa (29/9/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks hasil kerja sama bursa dan Harian Bisnis Indonesia ini berakhir di level 428,18 setelah terkoreksi 3,35 poin atau 0,78 persen dibandingkan akhir perdagangan kemarin. 

Indeks berisi 27 anggota konstituen ini harus rela kembali terkapar, meski sempat menguat usai pembukaan pasar. Di awal perdagangan, Bisnis 27 terpantau naik 0,94 persen ke level 435,58.

Di akhir perdagangan, dari seluruh anggota konstituen indeks, hanya 6 yang mampu parkir di zona hijau. Sementara 19 lainnya memerah dan 2 stagnan alias tak beranjak dari posisi penutupan hari sebelumnya.

Emiten rumah sakit PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menjadi yang paling dalam terkoreksi dengan pelemahan 90 poin atau 3,61 persen ke level 2400 per saham.

Kemudian, terpaut tipis dengan MIKA, PT Astra International Tbk. (ASII) tercatat turun 170 poin atau 3,59 persen ke level 4570 per saham. Diikuti oleh PT Charoen Phokpand Indonesia Tbk. (CPIN) yang turun 175 poin atau 2,94 persen ke level 5775.

Mengekor ketiganya, dua emiten kertas juga kompak mengalami koreksi yakni PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) yang masing-masing turun 2,53 persen ke level 8675 dan 2,04 persen ke level 6000.

Sementara itu, saham batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menjadi yang paling perkasa di antara seluruh anggota indeks dengan menguat 35 poin atau 3,10 persen ke level 1165 per saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI indeks bisnis27
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top