Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kabar Emiten: Seleksi Ketat Saham Pelat Merah, Emiten Andalkan Jalur Digital

Berita tentang saham-saham emiten pelat merah dari keluarga BUMN dan cara emiten otomotif beradaptasi selama pandemi Covid-19 sorotan harian Bisnis Indonesia edisi Senin (28/9/2020).
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 28 September 2020  |  07:16 WIB
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Berita tentang investor yang diminta menyeleksi ketat saham-saham emiten pelat merah dari keluarga BUMN selama pandemi Covid-19 sorotan harian Bisnis Indonesia edisi Senin (28/9/2020).

Berikut beberapa rincian isu-isu terkini seputar pasar modal dan kinerja emiten di Indonesia:

1. Seleksi Ketat Saham Pelat Merah. Kinerja saham BUMN underperform terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terkoreksi
21,49% year to date (ytd) ke level 4.945,79. Performa IDX BUMN20 juga tidak lebih baik dibandingkan dengan indeks acuan LQ45 yang
melemah 24,84% ytd.

2. Emiten Andalkan Jalur Digital. Emiten di sektor otomotif merancang strategi untuk mengoptimalkan pemasaran digital guna
mempertahankan penjualan mobil di tengah prediksi pelemahan permintaan akibat penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar yang telah diperpanjang.

3. Fleksibel di Tengah Volatilitas. Di tengah tingginya volatilitas pasar modal akibat pandemi Covid-19 dan ancaman resesi, reksa dana campuran yang memiliki fl eksibilitas tinggi dalam mengatur komposisi aset dasar dinilai menarik untuk dilirik investor.

4. Emisi Saham Terus Berlanjut. Berdasarkan data BEI, emiten baru yang telah listing mencapai 46 perusahaan sepanjang tahun berjalan 2020.

5. Industri Pembiayaan Masih Waspada. Pelaku industri pembiayaan di Indonesia masih memasang strategi siaga agar mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona, kendati pada sektor produktif mulai membaik secara bulanan.

6. Bank Andalkan Bisnis Wealth Management. Bisnis pengelolaan kekayaan atau wealth management menjadi penopang yang cukup dapat diandalkan oleh sejumlah bank di tengah tekanan pendapatan dari aktivitas pembiayaan atau penyaluran kredit.

7. 7 Bank Syariah dan BPD Terima Rp5,8 Triliun. Setelah menempatkan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada empat bank BUMN dan tujuh bank pembangunan daerah (BPD), pemerintah kembali menempatkan dana PEN pada tiga bank syariah
dan empat BPD senilai Rp5,8 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN perbankan Kabar Emiten
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top