Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rights Issue Tuntas, Medco (MEDC) Raup Dana Segar Rp1,78 Triliun.

Manajemen Medco Energi International (MEDC) menyebut tambahan dana segar dari rights issue turut memperkuat struktur permodalan di tengah ketidakpastian yang terus berlanjut akibat pandemi Covid-19.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 26 September 2020  |  06:30 WIB
Fasilitas JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris di Blok Simenggaris. Istimewa - SKK Migas
Fasilitas JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris di Blok Simenggaris. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA - PT Medco Energi International Tbk. mengumumkan mengantongi dana sekitar Rp1,78 triliun dari penambahan efek dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Perseroan juga melansir penutupan penutupan periode perdagangan HMETD tahun 2020.

Dikutip dari keterangan resmi Medco, Sabtu (26/9/2020), perseroan telah menerima pemesanan awal dari 98 persen pemegang saham yang mana terdapat kelebihan permintaan sebesar 43 persen. Emiten bersandi saham MEDC itu meraup dana Rp1,78 triliun atau sekitar US$122 juta yang akan digunakan untuk kebutuhan umum dan modal kerja perseroan.

Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro pihaknya mengapresiasi pemegang saham, investor, regulator, dan pemangku kepentingan lain atas kepercayaan dan keyakinan terhadap rencana bisnis perseroan. 

“Penetapan harga HMETD memungkinkan pemegang saham mendapatkan manfaat dari keberhasilan Perseroan dan telah memperkuat struktur permodalan Medco Energi menghadapi masa ketidakpastian yang terus masih berlanjut,” jelasnya.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perseroan, MEDC menerbitkan saham baru maksimal 7,5 miliar lembar dengan nominal Rp25 per saham dan harga pelaksanaan Rp250 per lembar.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk  modal kerja perseroan dan atau anak usaha yakni Medco E&P Natuna Ltd, PT Medco E&P Tomori Sulawesi, dan PT Medco E&P Indonesia. 

Selanjutnya PT Medco E&P Rimau, PT Medco E&P Malaka, PT Medco E&P Lematang, PT Medco E&P Tarakan, Medco Energi Bangkanai Limited, Medco Energi Sampang Pty Ltd, dan Ophir Indonesia (Madura Offshore) Pty Ltd.

Di sisi lain, MEDC akan melakukan pelunasan lebih awal untuk obligasi perseroan yang akan jatuh tempo senilai Rp2,7 triliun pada 2021.

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/9/2020), Medco Energi mengumumkan rencana rapat umum pemegang obligasi (RUPO) pada 26 Oktober dan 27 Oktober 2020. 

Pemanggilan RUPO itu dilakukan untuk pemegang empat obligasi yang diterbitkan oleh Medco. Keempat obligasi itu yakni Obligasi Berkelanjutan III Medco Energi Internasional Tahap II Tahun 2018 dan Obligasi Berkelanjutan III Medco Energi Internasional Tahap I Tahun 2018.

Selanjutnya Obligasi Berkelanjutan II Medco Energi Internasional Tahap VI Tahun 2017, dan Obligasi Berkelanjutan II Medco Energi Internasional Tahap I Tahun 2016.

Corporate Secretary Medco Energi Internasional Siendy K. Wisandana mengatakan perseroan tidak akan melakukan penundaan pembayaran. Sebaliknya, emiten berkode saham MEDC itu akan melunasi empat instrumen surat utang.

“Total Rp2,7 triliun jatuh tempo 2021. Kami melakukan pembayaran lebih awal,” jelasnya kepada Bisnis, Rabu (23/9/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medco right issue
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top