Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Tambang Membaik, Ini Rekomendasi Saham UNTR

Pada perdagangan Kamis (24/9/2020) sesi I, saham UNTR turun 0,22 persen atau 50 poin menjadi Rp23.100, setelah bergerak di rentang Rp22.750 - Rp23.475.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 24 September 2020  |  12:49 WIB
Petugas memeriksa truk di sela-sela serah terima armada terbaru PT United Tractors Tbk. kepada Puninar Group di Jakarta, Senin (28/8). - JIBI/Dwi Prasetya
Petugas memeriksa truk di sela-sela serah terima armada terbaru PT United Tractors Tbk. kepada Puninar Group di Jakarta, Senin (28/8). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) merekomendasikan beli terhadap saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) seiring dengan proyeksi kinerja yang solid.

Pada perdagangan Kamis (24/9/2020) sesi I, saham UNTR turun 0,22 persen atau 50 poin menjadi Rp23.100, setelah bergerak di rentang Rp22.750 - Rp23.475. Price to earning ratio (PER) 10,61 kali, dengan kapitalisasi pasar Rp86,17 triliun.

Nilai transaksi mencapai Rp34,49 miliar. UNTR menjadi saham yang paling banyak diburu asing dengan net foreign buy Rp14,7 miliar.

Analis Panin Sekuritas Juan Octavianus menyampaikan pihaknya masih merekomendasikan beli saham UNTR dengan target harga Rp23.400. Nilai itu menggambarkan PER 7 kali pada 2021.

"Ada tiga faktor yang dapat mendorong saham UNTR, yakni didorong oleh outlook emas yang positif, ekspektasi peningkatan permintaan serta aktivitas batu bara di 2021, dan posisi neraca yang kuat dengan posisi net cash," paparnya dalam publikasi riset, Kamis (24/9/2020).

Sepanjang delapan bulan pertama tahun ini UNTR telah menjual 6,72 juta ton batu bara. Capaian itu masih lebih baik, atau naik 9,13 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 6,16 juta ton.

Dari sisi produksi, hingga Agustus 2020 perseroan mencatatkan penurunan kinerja produksi menjadi hanya sebesar 75,8 juta ton dibandingkan dengan delapan bulan pertama tahun 2020 sebesar 84 juta ton.

Overburden removal pun turun dari 656,4 juta bcm untuk periode delapan bulan pertama 2019 menjadi sebesar 480,6 juta ton pada delapan bulan pertama 2020.

"Perbaikan pada permintaan penjualan seiring dengan cuaca yang mendukung operasional serta kenaikan permintaan akan batubara dalam rangka antisipasi musim dingin di semester II/2020," papar Juan.

Melalui entitas anak usahanya, PT Agincourt Resources, penjualan emas pada delapan bulan pertama tahun ini hanya sebesar 233.600 gold equivalent ounces (GEOs), turun 12,8 persen daripada capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 267.900 GEOs.

Sementara itu, penjualan alat berat Komatsu terus mencatatkan penurunan, hanya menjual sebesar 1.043 unit hingga Agustus 2020 dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar 2.359 unit. Namun, secara bulanan penjualan komatsu naik 23,5 persen menjadi 105 unit pada Agustus 2020.

Menurut Juan, kinerja UNTR masih tertekan akibat melambatnya industri pertambangan yang menekan penjualan alat berat. Kinerja PAMA sebagai kontraktor tambang pun belum pulih.

Di sisi lain, ada ekspektasi penurunan produksi bisnis UNTR dari segmen emas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

astra united tractors rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top