Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Turun Tak Sedalam IHSG, Saham LQ45 Didorong Kalbe Farma

Hingga akhir perdagangan Rabu (23/9/2020), Indeks LQ45 turun 2,2 poin atau 0,29 persen menjadi 754,18.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 23 September 2020  |  15:35 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) mendengarkan penjelasan Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius ketika meninjau fasilitas produksi di sela-sela peresmian pabrik PT Kalbio Global Medika, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kiri) mendengarkan penjelasan Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius ketika meninjau fasilitas produksi di sela-sela peresmian pabrik PT Kalbio Global Medika, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja Indeks LQ45 pada Rabu (23/9/2020) turut mengalami koreksi seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Namun, koreksi Indeks LQ45 tak sedalam IHSG. Hingga akhir perdagangan, Indeks LQ45 turun 2,2 poin atau 0,29 persen menjadi 754,18.

Adapun, IHSG terkoreksi 0,33 persen atau 16,14 poin ke level 4.917,96 pada akhir perdagangan Rabu (23/9/2020). Sebanyak 126 saham menguat, 289 terkoreksi, dan 292 stagnan.

Sejumlah saham yang menjadi top gainers LQ45 adalah KLBF +5,15 persen, ANTM +2,04 persen, TKIM +2 persen, ACES +1,98 persen, dan JSMR +1,92 persen.

Sementara itu, saham-saham penekan Indeks LQ45 ialah BSDE -3,87 persen, SMRA -3,6 persen, BBNI -2,64 persen, HMSP -2,41 persen, dan INTP -2,32 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan sejumlah faktor menekan IHSG. Salah satunya pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 yang negatif.

“Adanya laporan intelijen dari FinCEN Files juga turut mempengaruhi perilaku pasar untuk bersikap wait and see,” ujarnya saat dihubungi Rabu (23/9/2020).

Nafan menyebut IHSG juga tertekan aksi profit taking. Selain itu, pihaknya menilai minim data makro ekonomi domestik yang memberikan pengaruh positif terhadap pasar.

Sampai dengan akhir pekan, Nafan memprediksi IHSG bergerak dengan level support 4.865,27 dan 4.778,71. Selanjutnya, resistance berada di kisaran 4.975,54 hingga 5.097,14.

Secara terpisah, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan IHSG bergerak anomali di awal sesi dengan menuju zona hijau. Investor menurutnya berspekulasi setelah Bursa Amerika Serikat menghijau dan beberapa harga komoditas menguat dibandingkan dengan hari sebelumnya yang mengalami pelemahan.

“[Prediksi level support dan resistance sampai akhir pekan] 4.800—4.890,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI lq45
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top