Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Reli Saham Teknologi Bikin Wall Street di Atas Angin

Indeks S&P 500 bangkit setelah empat hari mengalami koreksi. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average juga naik 0,17 persen, disusul indeks Nasdaq Composite yang juga naik 0,24 persen
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 22 September 2020  |  21:10 WIB
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat, ditopang reli saham di sektor teknologi.

Dilansir dari Bloomberg, saham-saham teknologi naik karena dipicu kekhawatiran atas kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seiring dengan peningkatan kasus infeksi virus corona.

Indeks S&P 500 bangkit setelah empat hari mengalami koreksi. Indeks terpantau menguat 0,63 persen pada pukul 20.33 WIB.
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average juga naik 0,17 persen, disusul indeks Nasdaq Composite yang juga naik 0,24 persen.

Sebelumnya, bursa saham berjangka berbalik melempem setelah PM Inggris Boris Johnson memperketat PSBB di Inggris. Dia juga memperingatkan aturan baru kemungkinan akan diberlakukan selama enam bulan karena pemerintah bertekad membasmi gelombang kedua penyebaran virus ini.

Di AS, Partai Demokrat bergerak maju dengan pemungutan suara untuk mendanai pemerintah melewati 30 September 2020. Hal itu dikritik kubu Partai Republik karena dianggap menahan bantuan stimulus untuk pemulihan ekonomi AS.

Di lain pihak, Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin akan memberikan kesaksian terkait pemulihan ekonomi di hadapan House of Financial Services Committee.

"[Kenaikan indeks saham] Ini masih harus dilihat apakah hanaya jdea sebelum penjualan dilanjutkan, atau tren bullish sekali lagi mengabaikan kekhawatiran terkait virus corona," ujar Fawad Razaqzada, seorang analis di ThinkMarkets seperti dikutip dari Bloomberg.

Untuk diketahui, saham-saham teknologi kini mulai mendominasi pembobotan indeks di Wall Street. Saham-saham teknologi pelan tapi pasti menggeser dominasi saham-saham perbankan dan energi yang sudah 'berkuasa' dalam 20 tahun terakhir.

Berikut perkembangan pasar terkini

Saham

  • S&P 500 naik 0,5 persen pada pukul 9:30 waktu New York.
  • Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,6 persen.
  • Indeks MSCI Asia Pasifik merosot 0,6 persen.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg sedikit berubah.
  • Euro merosot 0,1 persen menjadi $ 1,1755.
  • Yen Jepang menguat 0,1 persen menjadi 104,58 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi AS 10 tahun naik satu basis poin menjadi 0,67 persen.
  • Imbal hasil obligasi Jerman 10-tahun naik tiga basis poin menjadi -0,51 persen.
  • Imbal hasil obligasi Inggris 10-tahun naik tiga basis poin menjadi 0,19 persen.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate naik 1,2 persen menjadi $ 39,80 per barel.
  • Emas menguat 0,2 persen menjadi $ 1.915.41 per ounce.
  • Perak terdepresiasi 0,9 persen menjadi $ 24,48 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top