Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Resmi Resesi, Saham Emiten Consumer hingga Rokok Berguguran

Saham-saham di sektor consumer turun 0,58 persen sedangkan saham di sektor perdagangan turun 0,73 persen pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (22/9/2020).
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 22 September 2020  |  12:53 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Saham emiten yang bergerak di sektor consumer dan ritel kompak mengalami penurunan di akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (22/9/2020). Saham emiten rontok bersamaan dengan penyampaian proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2020 yang minus sehingga secara resmi Indonesia memasuki resesi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham-saham di sektor consumer turun 0,58 persen sedangkan saham di sektor perdagangan turun 0,73 persen.

Indeks saham consumer terdiri dari 60 emiten sedangkan indeks saham perdagangan beranggotakan 175 emiten. Adapun secara umum, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 0,87 persen ke posisi 4.955,99 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini.

Beberapa saham emiten consumer antara lain ; PT Unilever Indonesia Tbk turun 0,31 persen, PT Kino Indonesia Tbk. turun 1,67 persen, dan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. anjlok 3,66 persen.

Sementara itu, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. tercatat stagnan di level 7.525. Adapun saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. naik 1,72 persen dan menjadi anomali di tengah tren penurunan saham-saham consumer.

Di jajaran peritel, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. turun 2,61 persen. Kemudian saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk. juga terkoreksi 0,33 persen.

Emiten rokok, yang terkait erat dengan daya beli konsumen juga kompak melorot. Saham PT Gudang Garam Tbk. dan PT HM Sampoerna Tbk. kompak turun 1 persen. Adapun saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk. dan PT Indonesian Tobacco Tbk. turun masing-masing 0,6 persen dan 2,24 persen.

Untuk diketahui, produk domestik bruto (PDB) Indonesia diperkirakan akan minus pada kuartal III/2020 sehingga secara resmi Indonesia mengalami resesi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 yang diperkirakan minus 2,9 persen - minus 1,0 persen. Angka ini direvisi dari proyeksi sebelumnya minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen.

"Yang terbaru per September 2020 ini, minus 2,9 persen - minus 1,0 persen. Negatif teritori pada kuartal III ini akan berlangsung di kuartal keempat," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita September virtual, Selasa 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG smartfren Pertumbuhan Ekonomi Resesi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top