Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Komisaris BEI Ungkap Alasan Startup Unicorn Belum Tertarik IPO

Pandu Patria Sjahrir menilai perlu dibuatkan sebuah aturan lebih spesifik hingga nantinya banyak perusahaan teknologi yang berminat melantai di bursa. 
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 17 September 2020  |  20:18 WIB
Pandu Patria Sjahrir. - Istimewa
Pandu Patria Sjahrir. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Komisaris Bursa Efek Indonesia Pandu Sjahrir mengungkap alasan mengapa sampai saat ini belum ada perusahaan rintisan dengan valuasi jumbo melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pria yang juga menjabat Presiden Komisaris SEA Group yang membawahi lokapasar kenamaan Shopee mengatakan ada tiga alasan yang melatarbelakangi hal tersebut.

“Satu, memang banyak perusahaan yang besar itu punya founder shares atau dual shares karena ada kelas shares yang sedang kita coba untuk address di capital market,” ungkap Pandu dalam webinar bersama MNC Sekuritas, Kamis (17/9/2020).

Alasan kedua, Pandu menilai bahwa dari segi profitabilitas beberapa dari perusahaan rintisan masih ada yang membukukan kerugian.

Oleh karena itu, investor harus memiliki kejelian untuk menatap prospek perusahaan yang progresif ke depan dan bukan hanya mengandalkan kinerja pada masa lalu.

Alasan ketiga, dia menyatakan harapan bahwa perusahaan rintisan akan masuk dalam indeks LQ45 dengan aturan yang berlaku saat ini masih kecil.

Ketiga hal ini yang kemudian dianggap Pandu perlu untuk dibuatkan sebuah aturan lebih spesifik hingga nantinya banyak perusahaan teknologi yang berminat melantai di bursa. 

“Itu adalah challenge kita. Kita harus membuat peraturan untuk industrI yang baru tujuh tahun terbangun di Indonesia. Bagaimana orang bisa mengerti dan bilang ‘you know what, this is risk-worthy,” tutupnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo start up
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top