Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diam-Diam Saham Sari Roti (ROTI) Mengembang, Efek Divestasi ke Nissin?

Saham ROTI perlahan menguat dan ditutup di level Rp1.185, naik 0,85 persen atau 10 poin pada akhir sesi pertama hari ini.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 10 September 2020  |  13:25 WIB
Presdir PT Nippon Indosari Corpindo Tbk Wendy Yap (tengah) berbincang dengan Direktur Indrayana (dari kiri), dan Presiden Komisaris Benny Setiawan Santoso, disaksikan Komisaris Jaka Prasetya, dan Direktur Arlina Sofia, selepas RUPSLB,  di Jakarta, Rabu (17/1). - JIBI/Endang Muchtar
Presdir PT Nippon Indosari Corpindo Tbk Wendy Yap (tengah) berbincang dengan Direktur Indrayana (dari kiri), dan Presiden Komisaris Benny Setiawan Santoso, disaksikan Komisaris Jaka Prasetya, dan Direktur Arlina Sofia, selepas RUPSLB, di Jakarta, Rabu (17/1). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas meninggalkan posisi psikologis 5.000, namun di sisi lain saham emiten PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) masih menampakkan taringnya.

Setelah dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (10/9/2020), saham emiten berkode efek ROTI tersebut perlahan menguat dan ditutup di level Rp1.185, naik 0,85 persen atau 10 poin pada akhir sesi pertama hari ini.

Padahal, IHSG sudah babak belur sejak dari pembukaan perdagangan hingga akhirnya terkena pemberlakuan trading halt dan ditutup pada level perdagangan 4.898,112, terjerembab 4,88 persen atau 251,26 poin pada akhir sesi pertama.

Adapun, nilai transaksi saham produsen Sari Roti tersebut mencapai angka Rp611,5 juta, dengan mayoritas transaksi dilakukan oleh pelaku pasar dalam negeri dengan broker yang paling banyak melakukan pembelian adalah Sucor Sekuritas dan penjualan yakni Bahana Sekuritas.

Di sisi lain, pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, Rabu (9/9/2020), saham ROTI ditutup melemah 1,26 persen atau 15 poin ke level Rp1.175. Sepanjang tahun berjalan, saham ROTI masih melemah 8,85 persen.

Penguatan saham ROTI setidaknya dipengaruhi oleh pengumuman bahwa perseroan telah melepaskan seluruh sahamnya atas anak usaha yang beroperasi di Filipina.

Perseroan menyatakan telah melakukan divestasi saham pada entitas anak perseroan yakni Sarimonde Foods Corporation (SMFC), sebuah perusahaan yang berdiri berdasarkan hukum negara di Filipina.

ROTI menjual sahamnya kepada Monde Nissin Corporation (MNC) dengan nilai nominal Php256.150.000 atau Rp78,68 miliar jika berpatokan pada kurs transaksi jual peso Filipina oleh Bank Indonesia sebesar Rp307,15 per peso Filipina.

“Perseroan menjual dan mengalihkan seluruh sahamnya di entitas anak perusahaan perseroan agar dapat lebih berkonsentrasi kepada pengembangan usaha perseroan di dalam negeri dan dana yang diperoleh dari penjualan saham di SMFC ini akan digunakan untuk menunjang kegiatan usaha perseroan,” tulis Sekretaris Perusahaan ROTI Sri Mulyana dalam keterangannya, Rabu (9/9/2020).

Dikutip dari laporan keuangan perseroan per Juni 2020, SMFC adalah perusahaan yang beroperasi di Filipina sejak tahun 2016 dengan total aset sebesar Rp606,78 miliar.

Adapun, penjualan di wilayah Filipina memang hanya menyumbang 3,08 persen atau Rp51,6 miliar dari total pendapatan perseroan pada periode semester pertama tahun ini.yang sebesar Rp1,67 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham divestasi grup salim sari roti
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top