Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gaet 7 Sekuritas, PLN Terbitkan Surat Utang Rp1,87 Triliun di BEI

Penerbitan obligasi dan sukuk tersebut diharapkan dapat menghimpun dana hingga Rp1,87 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 09 September 2020  |  08:55 WIB
Aktivitas warga dengan latar gardu induk PLN di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Aktivitas warga dengan latar gardu induk PLN di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN resmi mencatatkan penawaran obligasi dan sukuknya di Bursa Efek Indonesia mulai Rabu (9/9/2020).

Perusahaan setrum negara itu akan mencatatkan Obligasi Berkelanjutan IV PLN Tahap I Tahun 2020 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV PLN Tahap I Tahun 2020. Pefindo telah menyematkan peringkat AAA untuk obligasi PLN, dan AAA syariah untuk sukuk PLN.

Sebanyak tujuh underwriter terlibat dalam penawaran surat utang ini. Mereka adalah PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Penerbitan obligasi dan sukuk tersebut diharapkan dapat menghimpun dana hingga Rp1,87 triliun. Penawaran umum telah dilakukan pada 2 – 3 September 2020 lalu.

Untuk Seri A, jumlah pokok senilai Rp312 miliar dengan tingkat bunga tetap 6,7 persen dan tenor 5 tahun sejak emisi. Selanjutnya, Seri B memiliki jumlah pokok Rp28 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,25 persen dan tenor 7 tahun.

Sementara itu, Seri C memiliki jumlah pokok Rp158 miliar dengan tingkat bunga tetap senilai 7,9 persen dan tenor 10 tahun. Kemudian, Seri D memiliki jumlah pokok Rp841 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,65 persen bertenor 15 tahun serta Seri E dengan jumlah Rp161 miliar dengan tingkat bunga 8,86 persen dan tenor 20 tahun.

Untuk lima sukuk yang ditawarkan, seri A memiliki nilai pokok senilai Rp39 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp2,61 miliar dan tenor 5 tahun sejak emisi. Selanjutnya, Seri B memiliki jumlah pokok Rp35 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp2,53 miliar dan tenor 7 tahun.

Sementara itu, Seri C memiliki jumlah pokok Rp200 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp15,8 miliar dan tenor 10 tahun. Kemudian, Seri D memiliki jumlah pokok Rp56 miliar cicilan imbalan ijarah Rp4,84 miliar bertenor 15 tahun serta Seri E dengan jumlah Rp46,5 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp4,11 miliar dan tenor 20 tahun.

Adapun, pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 bulan dengan pembayaran bunga pertama pada 8 Desember 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN bei Obligasi sekuritas
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top