Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jumlah Produk Susut, Reksa Dana Pasar Uang Paling Banyak Menghilang

Jenis reksa dana pasar uang mengalami penurunan produk terbanyak sepanjang tahun berjalan dengan net penurunan sebesar 12 produk menjadi 186 produk.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 07 September 2020  |  14:25 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Alih-alih bertambah, sepanjang Agustus 2020 jumlah produk reksa dana terpantau menyusut. Produk reksa dana pasar uang menjadi yang paling banyak berkurang.

Berdasarkan publikasi mingguan Infovesta Utama, terdapat pengurangan jumlah produk untuk seluruh jenis reksa dana (RD), dengan rincian RD pasar uang 7 produk, RD pendapatan tetap 5 produk, RD campuran 2 produk, dan RD saham 1 produk.

Jenis RD pasar uang mengalami penurunan produk terbanyak sepanjang tahun berjalan dengan net penurunan sebesar 12 produk menjadi 186 produk. Pun, penurunan produk RD pasar uang terjadi selama 4 bulan berturut-turut sejak Februari hingga Mei.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, penurunan

produk RDPU cukup signifikan. Pada 2019, RD pasar uang mengalami penambahan produk baru terbesar diantara ketiga jenis reksa dana lainnya yakni sebanyak 41 produk.

Infovesta menyatakan hal ini disebabkan oleh penurunan unit penyertaan yang terlihat dari

pola penurunan unit penyertaan RD pasar uang sejak bulan Maret hingga Juni yaitu dari 58,03 miliar unit penyertaan turun ke angka 46,32 miliar. Kemudian kembali naik lagi pada bulan Juli ke angka 56,64 Miliar.

“Akan tetapi, seiring dengan pembukaan kembali ekonomi atau kelonggaran PSBB, maka investor mulai masuk kembali ke RD pasar uang yang diiringi dengan peningkatan unit penyertaan,” tulis Infovesta seperti dikutip Bisnis, Senin (7/9/2020)

Sehingga, hingga Agustus ini tercatat total unit penyertaan sebesar 58,45 miliar unit. Realisasi ini sekaligus merupakan angka tertinggi sepanjang tahun 2020.

Di lain sisi, RD campuran mencatatkan kenaikan produk terbesar dengan net produk baru sebanyak 14 produk selama tahun 2020, kenaikan ini didukung oleh penerbitan produk terbanyak di bulan Februari sebesar 19 produk.

Selanjutnya, RD pendapatan tetap mencatatkan penambahan produk sebesar 6 produk, sedangkan RD saham cenderung stabil dengan penurunan sebanyak 1 produk.

Sementara total pilihan produk terbanyak yang tersedia bagi investor dari ke empat jenis

reksa dana tersebut masih dipegang oleh RD pendapatan tetap dengan total produk per Agustus sebanyak 339 produk dari 1.059 produk secara keseluruhan.

Infovesta menilai hal ini juga menguntungkan bagi investor yang memiliki profil risiko konservatif yang memiliki profil risiko lebih tinggi daripada RD pasar uang dengan jangka waktu investasi di bawah 3 tahun.

“Karena lebih banyak pilihan produk dan didukung oleh pertambahan produk baru sepanjang tahun ini walaupun relatif terbatas,” tambah Infovesta.

Meskipun demikian, penting diingat bahwa pertumbuhan produk baru reksa dana tidak mewakili kinerja reksa dana, melainkan hanya memberikan pilihan produk yang lebih luas bagi investor untuk melakukan investasi pada jenis reksa dana tertentu.

Investor juga tetap perlu memperhatikan kembali profil risiko serta pertimbangan imbal hasil yang diinginkan dalam memilih jenis reksa dana sebagai investasi yang juga  disesuaikan dengan kondisi pasar modal Indonesia di tengah keberlangsungan pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana investasi reksa dana
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top