Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bandel, Irak Minta Pemangkasan Produksi Minyak Diundur Dua Bulan

Berdasarkan survei Bloomberg, Irak memompa 3,72 juta barel per hari pada Agustus 2020. Walaupun lebih rendah 70.000 barel dibandingkan bulan sebelumnya, volume tersebut masih di atas target 3,4 juta barel per hari seperti yang dijanjikan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 03 September 2020  |  11:30 WIB
Aktivitas di kilang minyak Nasiriyah, Irak. - Bloomberg.
Aktivitas di kilang minyak Nasiriyah, Irak. - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA — Irak akan menunda pemangkasan produksi ekstra minyak mentah yang telah disepakati oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi Plus (OPEC+). Artinya, Irak tidak akan mengurangi produksi secepat yang telah dijanjikan.

Pada awal tahun ini, Irak sempat memompa minyak lebih besar dari kuota produksi yang diberikan OPEC+.

Sebagai kompensasinya, negeri yang pernah dipimpin oleh Saddam Husein itu harus mengurangi produksi yang lebih besar saat OPEC+ sudah memangkas produksi minyak.

Sebelumnya, Baghdad berjanji akan menyelesaikan isu produksi itu pada Agustus dan September. Tapi ternyata kini malah memberi sinyal bahwa kompensasi produksi yang disepakati akan memakan waktu lebih lama.

Jika volume kompensasi tidak bisa tercapai pada akhir September, Irak akan meminta Komite Monitor Kementerian Gabungan (JMMC) mempercepat keputusan dari negara-negara OPEC+.

“Secepatnya setelah pertemuan pada 17 September 2020, untuk memperpanjang periode kompensasi hingga akhir November,” tulis Irak dalam pernyataan, seperti dikutip dari Bloomberg pada Kamis (3/9/2020).

Komite Monitor Kementerian Gabungan (JMMC) di OPEC+ merupakan kelompok kecil menteri negara-negara OPEC+ yang memberikan saran dan nasihat untuk kebijakan organisasi. JMMC berkumpul sebulan sekali dan akan memantau produksi dari negara-negara anggotanya.

Dalam pernyataan yang sama, Irak pun menolak disebut telah meminta pengecualian dari kesepakatan pemangkasan OPEC+ seperti yang dilaporkan oleh media lokal.

Menteri Perminyakan di Irak pun menegaskan bahwa negaranya sangat berkomitmen terhadap pemangkasan produksi minyak yang tertuang dalam Deklarasi Kerjasama OPEC+ pada April 2020.

Bulan lalu, Irak dan beberapa negara OPEC+ yang “curang” berjanji akan memberi kompensasi atas produksi berlebih pada awal tahun dengan memangkas lebih banyak volume minyak mentah dari yang disepakati OPEC+ pada April tersebut.

Berdasarkan survei Bloomberg, Irak memompa 3,72 juta barel per hari pada Agustus 2020. Walaupun lebih rendah 70.000 barel dibandingkan bulan sebelumnya, volume tersebut masih di atas target 3,4 juta barel per hari seperti yang dijanjikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak opec irak
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top