Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemangkasan Suku Bunga Acuan Batasi Kinerja Reksa Dana Pasar Uang

Berdasarkan data Infovesta Utama per 19 Agustus 2020, kinerja indeks reksa dana pasar uang yang tercermin lewat Infovesta Money Market Fund Index tercatat sebesar 2,99 persen ytd.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 30 Agustus 2020  |  14:08 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja reksa dana pasar uang pada tahun ini diperkirakan tak akan setinggi tahun lalu akibat tren penurunan suku bunga dari Bank Indonesia.

Berdasarkan data Infovesta Utama per 19 Agustus 2020, kinerja indeks reksa dana pasar uang yang tercermin lewat Infovesta Money Market Fund Index tercatat sebesar 2,99 persen ytd.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu per 23 Agustus 2019, kinerja indeks reksa dana pasar uang ini turun dari posisi 3,42 persen ytd.

Kendati demikian, saat ini kinerja indeks reksa dana pasar uang masih lebih baik ketimbang indeks reksa dana saham dan indeks reksa dana campuran yang masing-masing sebesar -29,61 persen dan -8,65 persen.

Di sisi lain, indeks reksa dana pendapatan tetap menjadi jawara pemberi return tertinggi sebesar 4,88 persen.

Kepala Riset Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan bahwa penurunan suku bunga sebanyak empat kali menjadi 4 persen pada tahun ini oleh Bank Indonesia turut membatasi performa return reksa dana pasar uang.

“Pasti pengaruh, kalau tahun lalu kinerja reksa dana pasar uang bisa 5 persen—6 persen secara rata-rata. Tahun ini paling 4 persen—4,5 persen,” kata Wawan kepada Bisnis, Jumat (28/8/2020).

Adapun, reksa dana pasar uang mayoritas menempatkan investasinya di aset pasar uang seperti deposito dan obligasi bertenor di bawah 1 tahun. Penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral pun telah diikuti oleh perbankan dengan suku bunga deposito kini berada pada kisaran 4 persen.

Wawan memperkirakan BI masih berpeluang menurunkan suku bunga sekali lagi sebesar 25 bps menjelang akhir tahun dengan pertimbagan spread dengan inflasi. Meskipun demikian, BI tampaknya semakin berhati-hati dalam menentukan suku bunga karena performa rupiah masih melemah di hadapan dolar AS.

Apabila BI terus menurunkan suku bunga, selanjutnya kinerja reksa dana pasar uang masih akan terus turun. Namun, Wawan mengatakan bahwa tujuan investasi di reksa dana pasar uang biasanya bukan untuk mengejar imbal hasil seperti di reksa dana lainnya.

Umumnya, reksa dana pasar uang menjadi tempat dana diparkirkan untuk jangka pendek dan keperluan mendadak mengingat likuiditasnya yang tinggi.

“Harap diingat bahwa pasar uang itu target utamanya bukan return, tapi ada keamanan dan likuiditas. Dibandingkannya selalu dengan deposito,” ujar Wawan.

Apabila reksa dana pasar uang dapat memberikan return yang, minimal, setara dengan bunga deposito maka diperkirakan investor masih akan tetap berminat untuk masuk.

Keputusan investor dengan horison investasi jangka pendek untuk mengakumulasikan reksa dana pasar uang yang lebih aman pun tidak akan dipengaruhi oleh penguatan pasar saham.

Sementara untuk investor dengan horison investasi jangka menengah masih direkomendasikan untuk mencermati reksa dana pendapatan tetap. Adapun, aset obligasi saat ini mendapat berkah dari penurunan suku bunga.

Untuk investor jangka panjang, reksa dana berbasis saham tentu akan memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

“Reksa dana pendapatan tetap sudah berada di return 5,5 persen. Lebih unggul, kalau ditarik sampai akhir tahun saya percaya [return] bisa 7 persen — 8 persen,” kata Wawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia suku bunga acuan reksa dana
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top