Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vale Indonesia (INCO) Patok Anggaran Belanja Modal US$120 Juta

Sampai dengan kuarta II/2020, Vale Indonesia (INCO) telah mengeluarkan belanja modal sebesar US$44 juta. Sebagian besar digunakan untuk peremajaan alat-alat di mining dan beberapa kegiatan awal untuk furnace 4 yang harus dilakukan pada 2020
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  13:07 WIB
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com,JAKARTA — PT Vale Indonesia Tbk. mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure yang lebih rendah pada 2020 dibandingkan dengan 2019.

Direktur Keuangan Vale Indonesia Bernardus Irmanto menjelaskan bahwa perseroan memiliki pengeluaran yang sangat besar pada 2019. Alokasi itu khususnya untuk pemeliharaan Larona Canal Relining.

Pada 2020, Bernardus menyebut anggaran belanja modal lebih rendah dibandingkan dengan 2019. Apalagi, perseroan menunda proyek peremajaan furnace 4 yang semula direncanakan berjalan pada kuartal IV/2020 menjadi kuartal II/2021.

“Sampai dengan kuartal II/2020, belanja modal di angka US$44 juta dan sebagian besar untuk peremajaan alat-alat di mining dan beberapa kegiatan awal untuk furnace 4 yang harus dilakukan pada 2020,” ujarnya melalui paparan daring, Selasa (26/8/2020).

Dia memperkirakan total pengeluaran belanja modal berkisar US$110 juta hingga US$120 juta pada 2020. Dana itu akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan antara lain peremajaan alat dan mining development. 

“Mining development salah satu signifikan. Kami lakukan setiap tahun untuk menyiapkan infrastruktur pertambangan untuk tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Emiten berkode saham INCO itu melaporkan kas dan setara kas grup senilai US$288,7 juta pada 30 Juni 2020. Posisi itu turun dari US$292,8 juta pada 31 Maret 2020 akibat penerimaan yang lebih rendah dari para pelanggan akibat penurunan harga nikel kuartal II/2020.

Hingga akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (26/8/2020), saham berkode INCO terpantau di posisi 3.800, naik 20 poin atau 0,53 persen dibandingkan dengan posisi kemarin. saham INCO bergerak di rentang 3.770 hingga 3.830 sepanjang sesi pertama perdagangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten vale indonesia tbk
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top