Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vale Indonesia (INCO) Raih Laba US$53 juta, Berhasil Balikkan Kinerja

Berdasarkan laporan keuangan, emiten berkode saham INCO itu membukukan pendapatan sebesar US$360,37 juta pada semester I/2020.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  18:37 WIB
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk Nico Kanter (kanan) didampingi Wakil Presiden Direktur B. Irmanto berbicara pada acara Public Expose Marathon yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia, di Makassar, Kamis (14/9). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk Nico Kanter (kanan) didampingi Wakil Presiden Direktur B. Irmanto berbicara pada acara Public Expose Marathon yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia, di Makassar, Kamis (14/9). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan logam, PT Vale Indonesia Tbk., berhasil membukukan pertumbuhan kinerja sepanjang paruh pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan, emiten berkode saham INCO itu membukukan pendapatan sebesar US$360,37 juta pada semester I/2020. Capaian itu naik 23,29 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$292,25 juta.

Sejalan dengan itu, Vale Indonesia mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan menjadi sebesar US$319,8 juta dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar US$315,01 juta.

Kendati demikian, INCO berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar US$53,12 juta pada semester I/2020. Capaian itu pun juga lebih baik daripada kinerja semester I/2019 yang merugi US$26,17 juta.

Adapun, sesungguhnya laba bersih tahun berjalan perseroan pada kuartal II/2020 mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. INCO hanya mencatatkan laba bersih sebesar US$24 juta, lebih rendah daripada laba bersih pada kuartal I/2020 sebesar US$29 juta.

Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter mengatakan bahwa perseroan telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak potensial dari penyebaran Covid-19 terhadap operasional perseroan.

“Sementara kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama, Vale berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan produksi dan proyek sejauh mungkin,” ujar Nico seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu (29/7/2020).

Hingga Juni 2020, INCO telah memproduksi nikel dalam matte sebesar 36.315 ton, naik 18 persen dibandingkan dengan produksi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 30.711 ton.

Di sisi lain, perseroan mencatatkan penurunan kas dan setara kas menjadi US$288,7 juta pada 30 Juni 2020, dari sebelumnya US$292,8 juta pada 31 Maret 2020.

Nico menjelaskan penurunan itu terutama disebabkan oleh penerimaan yang lebih rendah dari para pelanggan akibat penurunan harga nikel sepanjang kuartal II/2020, tetapi berhasil diimbangi dengan penurunan harga bahan bakar.

Namun, total aset perseroan per 31 Juni 2020 mengalami kenaikan tipis menjadi US$2,23 miliar dibandingkan dengan 31 Desember 2019 sebesar US$2,22 miliar. Total liabilitas perseroan juga naik US$1,99 miliar daripada posisi pada 31 Desember 2019 sebesar US$1,94 miliar.

Vale akan terus melakukan kontrol yang hati-hati atas pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas,” papar Nico.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten logam vale indonesia tbk
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top