Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Nantikan Simposium Jackson Hole, Bursa Eropa Menghijau

Pekan ini, Bank Sentral AS (Federal Reserve) akan hadir dalam pertemuan tahunan Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole secara virtual.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  15:31 WIB
Bursa Efek Frankfurt, Jerman. - Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt, Jerman. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa saham di Eropa dibuka menguat sore ini seiring dengan optimisme investor menjelang pertemuan tahunan Jackson Hole dan tensi dagang AS—China yang mereda.

Mengutip Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 terapresiasi 1,4 persen pada awal perdagangan Senin (24/8/2020). Saham milik BT Group memimpin penguatan dengan reli 8 persen.

Indeks FTSE 100 Inggris terpantau menguat 1,58 persen, CAC 40 Prancis menguat 1,67 persen, sedangkan indeks DAX Jerman naik 1,58 eprsen.

Di belahan dunia lain, indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,7 persen dan indeks MSCI Emerging Market naik 0,9 persen.

Sementara itu, indeks berjangka S&P500 tumbuh 0,6 persen pada pukul 8.32 pagi di London.

Pekan ini, Bank Sentral AS (Federal Reserve) akan hadir dalam pertemuan tahunan Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole secara virtual. Biasanya, pertemuan para pembuat kebijakan ini digelar di area pegunungan Jackson Hole di Wyoming, AS.

Dalam pertemuan pada 27—28 Agustus 2020 itu, Gubernur The Fed Jerome Powell akan berbicara tentang kebijakan moneter yang akan diambil ke depannya dengan fokus pada inflasi.

“Kepastian akan lebih terlihat setelah Simposium Jackson Hole,” kata Managing Director for Global Macro Strategy Medley Global Advisors Ben Emons. seperti dikutip Bloomberg, Senin (24/8/2020).

Sembari itu, perkembangan hubungan dagang AS—China diharapkan tidak memburuk dalam waktu dekat dan perjanjian dagang baru antarkedua negara bisa dirampungkan. 

Terbaru dari perkembangan hubungan AS—China, Presiden AS Donald Trump disebut tengah mencari celah supaya perusahaan-perusahaan AS di China tetap bisa menggunakan aplikasi pesan instan WeChat. Hal ini dinilai dapat mengurangi tensi kedua negara yang sempat memanas belakangan ini.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top