Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Asia Menghijau, Hang Seng Memimpin Berkat Kenaikan Saham Tencent

Indeks Hang Seng Hong Kong ditutup menguat 1,59 persen, ditopang kenaikan saham Tencent Holding.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  14:35 WIB
Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. -  Justin Chin / Bloomberg
Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Asia sebagian ditutup di zona hijau dengan penguatan dipimpin indeks saham di Hong Kong. Pasar saham di Asia menggeliat di tengah tanda-tanda ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang mereda.

Dilansir dari Bloomberg, indeks saham Hong Kong melejit berkat reli saham Tencent Holdings Ltd dan perkembangan penanganan virus corona (Covid-19) yang progresif. Saham Tencent ditutup menguat 4,63 persen.

Menurut Sumber Bloomberg, tim Presiden AS Donald Trump secara pribadi telah meyakinkan perusahaan AS bahwa mereka dapat berbisnis dengan aplikasi pesan instan WeChat di China.

Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,59 persen. Sementara itu, indeks Topix Jepang dan Kospi Korea juga naik masing-masing 0,19 persen dan 1,10 persen. Adapun bursa Australia ditutup menguat 0,3 persen.

Sejumlah negara memang telah melangkahi garis tipis antara mengurangi pembatasan sosial dan mengendalikan kemunculan virus baru. Pandemi Covid-19 telah melewati dua tonggak penting, yaitu angka kematian 800.000 jiwa dan kasus positif 23 juta. 

Infeksi di Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda stabil tetapi kekhawatiran berkembang di Eropa dan sebagian Eropa.

Di sisi lain investor juga mencermati kebijakan The Federal Reserve. Ketua The Fed Jerome Powell akan mengisi simposium Kebijakan Ekonomi Tahunan di Wyoming 27-28 Agustus nanti. 

Powell disebut akan berbicara tentang tinjauan kerangka kebijakan moneter yang telah lama ditunggu-tunggu. Strategi pada inflasi baru akan menjadi salah satu fokus.

"Tidak diragukan lagi kejelasan akan dicari melalui Jackson Hole Symposium minggu ini,” kata Ben Emons, direktur pelaksana untuk strategi makro global di Medley Global Advisors seperti dilansir dari Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia tencent indeks hang seng

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top