Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Samuel Sekuritas Naikkan Rekomendasi Saham Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

Di lantai bursa, saham ICBP ditutup turun 0,73 persen menjadi Rp10.175 per saham pada akhir perdagangan pekan lalu. Sejak awal tahun, ICBP melemah 8,74 persen.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 16 Agustus 2020  |  16:29 WIB
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Samuel Sekuritas Indonesia menaikkan rekomendasi saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) menjadi buy dari sebelumnya hold dengan target harga Rp12.000.

Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma menyampaikan transaksi akuisisi Pinehill yang telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berpotensi menaikkan marjin emiten bersandi saham ICBP tersebut ke depannya. Kendati demikian, aksi korporasi tersebut belum dimasukkan ke dalam perhitungan rekomendasi saat ini.

“[Akuisisi Pinehill] akan berpotensi menaikkan marjin ICBP ke depannya, walau untuk jangka pendek dan menengah akan menaikkan net gearing ICBP,” tulis Suria dalam riset terbaru, seperti dikutip pada Minggu (16/8/2020).

Sebelumnya, RUPSLB yang dilakukan ICBP menyetujui rencana perseroan untuk mengakuisisi Pinehill Company Limited dengan nilai transaksi mencapai US$2.998 miliar atau sekitar Rp44 triliun.

Persetujuan tersebut menyusul restu dari pemegang saham independen PT Indofood Sukses. Makmur Tbk. (INDF) yaitu First Pacific Co. Ltd. Pinehill sendiri merupakan perusahaan yang memiliki investasi di 4 perusahaan yang memproduksi dan/atau mendistribusikan Indomie di 8 negara.

Di sisi lain, untuk jangka pendek Suria menilai pendanaan lewat pinjaman berpotensi meningkatkan net gearing ratio perseroan dari -0.21 kali pada semester I/2020 menjadi menjadi 1.18 kali.

Besarnya potensi beban bunga yang timbul akibat peningkatan pinjaman ini diperkirakan bisa membebani tambahan laba bersih dari Pinehill Corpora, sehingga penambahan laba bersih dari Pinehill Corpora kepada ICBP akan terbatas dan tidak akan signifikan setidaknya pada tahun ini dan tahun depan.

Pada kuartal II/2020, marjin laba kotor (gross profit margin/GPM) ICBP tercatat sebesar 37,6 persen atau posisi tertinggi setidaknya dalam 10 tahun terakhir.

Kenaikan itu terjadi walaupun marjin EBIT pada saat bersamaan turun menjadi 17 persen karena adanya rugi selisih kurs dibandingkan laba yang tercatat pada kuartal I/2020.

Di sisi lain, marjin EBIT penjualan mie perseroan pada periode April—Juni 2020 masih naik menjadi 24,8 persen atau pencapaian tertingginya sejak kuartal IV/2017.

Sementara itu marjin EBIT untuk penjualan produk berbasis susu (dairy) dan makanan ringan masing-masing turun cukup dalam sebesar 949 bps secara kuartalan menjadi 7,5 persen dan 687 bps menjadi 5,7 persen.

Marjin EBIT untuk bumbu masakan tercatat naik tajam menjadi 15,1 persen pada kuartal II/2020 dari kuatal sebelumnya 7,4 persen. Laba bersih perseroan pada kuartal II/2020 masih naik 12,8 persen yoy dan pada semester I/2020 naik 31,2 pesren menjadi Rp3,4 triliun.

Di lantai bursa, saham ICBP ditutup turun 0,73 persen menjadi Rp10.175 per saham pada akhir perdagangan pekan lalu. Sejak awal tahun, ICBP melemah 8,74 persen dengan kapitalisasi pasar Rp118,66 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham icbp indofood cbp sukses makmur
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top