Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rupiah Tertekan dalam Sepekan, Bagaimana Pergerakan Pekan Depan?

Sepanjang pekan ini, rupiah tercatat turun 1,16 persen ke level Rp14.795 per dolar AS dari posisi Rp14.625 pada akhir pekan lalu.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 15 Agustus 2020  |  08:33 WIB
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terus tertekan di zona merah selama sepekan terakhir kendati indeks dolar AS juga masih terperangkap di tren pelemahan.

Sepanjang pekan ini, rupiah tercatat turun 1,16 persen ke level Rp14.795 per dolar AS dari posisi Rp14.625 pada akhir pekan lalu.

Padahal, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama melemah 0,37 persen ke level 93,096 pada periode yang sama.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan kendati nota keuangan RAPBN 2021 menjadi katalis positif pada akhir pekan, rupiah diperkirakan masih belum akan lepas dari jeratan zona merah pada pekan depan.

Perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta seiring dengan masih tingginya kasus positif baru menjadi sentimen utama pasar yang akan menekan pergerakan nilai tukar rupiah.

“Perpanjangan PSBB masa transisi di DKI Jakarta mengakibatkan arus modal asing kembali keluar dari pasar dalam negeri  dan ini sangat disayangkan walaupun Bank Indonesia sudah berusaha untuk menstabilkan rupiah dari menurunkan suku bunga, intervensi di pasar valas, obligasi dan SUN di perdagangan DNDF,” ujar  Ibrahim kepada Bisnis, Jumat (14/8/2020).

Oleh karena itu, pada perdagangan pekan depan Selasa (18/8) kemungkinan rupiah masih akan melemah di level Rp14.750-Rp14.850 per dolar AS.

Seperti diketahui, rupiah pada perdagangan Jumat (14/8) parkir di level Rp14.795 per dolar AS, terkoreksi 0,14 persen atau 20 poin. Padahal, pada pertengahan perdagangan rupiah sempat terkoresi hingga 0,6 persen atau 94 poin.

Nota keuangan Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021 yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo berhasil membantu pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat kendati masih di berada di zona merah.

Ibrahim mengatakan bahwa pasar menanggapi positif nota keuangan RAPBN 2021 yang diyakini bisa menambahkan optimisme pertumbuhan ekonomi yang lebih baik setelah ditekan pandemi Covid-19.

“Pasar respon positif terhadap nota itu, tadinya rupiah itu melemah 94 poin tapi menit-menit terakhir penutupan bersamaan dengan sidang itu jadi turun hanya melemah 20 poin,” ungkap Ibrahim.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan berada di kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen, inflasi sebesar 3 persen, dan defisit anggaran sebesar 5,5 persen.

Selain itu, nilai tukar rupiah pada 2021 diperkirakan di kisaran Rp14.600 per dolar AS dengan tingkat bunga obligasi Surat Berharga Negara (SBN) untuk tenor 10 tahun di kisaran 7,25 persen. 

Dia menjelaskan bahwa pemerintah begitu optimistis tahun depan akan jauh lebih baik, karena untuk tumbuh tiga persen saja dinilai sudah cukup baik bagi Indonesia setelah hancur lebur pada tahun ini.

Selain itu, perkiraan nilai tukar rupiah untuk tahun depan oleh pemerintah juga sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. Hanya, dengan perkiraan tingkat bunga SBN 10 tahun artinya Bank Indonesia berpotensi menaikkan suku bunga yang menjadi pendukung rupiah untuk bergerak menguat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah nilai tukar rupiah Nota Keuangan 2021
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top