Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemangkasan Produksi Belum Jamin Kinerja Emiten Batu Bara Memanas

Pemangkasan produksi yang dilakukan beberapa emiten batu bara akan tetap berdampak terhadap penurunan top line dan akhirnya bisa merembet kepada kinerja bottom line setiap perseroan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  19:43 WIB
Aktivitas pemindahan muatan batu bara dari tongkang ke kapal induk dengan floating crane. - indikaenergy.co.id
Aktivitas pemindahan muatan batu bara dari tongkang ke kapal induk dengan floating crane. - indikaenergy.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Analis memperingatkan rencana pemangkasan produksi yang tengah disiapkan oleh sejumlah emiten pertambangan batu bara masih tetap akan memberikan tekanan kinerja keuangan perseroan.

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan bahwa pemangkasan produksi yang dilakukan beberapa emiten batu bara akan tetap berdampak terhadap penurunan top line dan akhirnya bisa merembet kepada kinerja bottom line setiap perseroan.

Alfred menilai produsen tampaknya lebih baik menanti momentum penjualan saja dibandingkan dengan memangkas produksi karena setiap penyesuaian itu harus dicermati dengan baik dan sempurna sehingga tidak sia-sia.

“Namun, sepertinya banyak emiten menilai ini sebagai peluang yang artinya bisa saja keuntungan yang tidak bisa didapatkan pada tahun ini bisa dialihkan pada tahun depan, dengan catatan harga batu bara sudah membaik karena kontrol produksi sehingga tampaknya itu yang menjadi pertimbangan mereka,” ujar Alfred saat dihubungi Bisnis, Kamis (13/8/2020).

Untuk diketahui, sejumlah emiten pertambangan bersiap untuk memangkas volume produksinya yang sudah ditetapkan pada awal tahun ini seiring dengan pelemahan permintaan yang menekan harga batu bara.

Dua emiten batu bara dengan kapitalisasi pasar terjumbo, PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) dan PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), menjadi sebagian produsen yang telah mengumumkan pemangkasan produksi tersebut.

BYAN yang semula mematok target produksi sebesar 31 juta hingga 33 juta ton pada awal tahun ini, telah memangkas target itu menjadi hanya sebesar 26 juta ton hingga akhir tahun.

Sementara itu, ADRO memangkas target produksi bara di kisaran 10 persen dari total produksi tahun lalu, atau berada di kisaran bawah target sepanjang tahun ini 54 juta hingga 58 juta ton.

Di sisi lain, Alfred merekomendasikan saham PTBA dan ITMG di antara saham batu bara lainnya, seiring dengan emiten itu memiliki catatan dividen yield tinggi. Dia menjelaskan bahwa di tengah gejolak pasar batu bara, akan cukup sulit untuk berpihak kepada emiten batu bara dengan mengharapkan capital gain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara rekomendasi saham emiten batubara
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top