Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sentimen Trump Bawa S&P 500 Siap Tembus Rekor Tertinggi

Pada perdagangan Senin (10/8/2020) pukul 09.56 waktu setempat atau 20.56 WIB, S&P 500 Index naik 0,19 persen ke 3.357,6, Dow Jones Industrial Average meningkat 0,9 persen menuju 27.681,24.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  21:27 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah Presiden AS Donald Trump untuk memberikan perintah ekskutif sebagai bantuan ekonomi membuat pasar saham Paman Sam menghijau.

Pada perdagangan Senin (10/8/2020) pukul 09.56 waktu setempat atau 20.56 WIB, S&P 500 Index naik 0,19 persen ke 3.357,6, Dow Jones Industrial Average meningkat 0,9 persen menuju 27.681,24, sedangkan Nasdaq Composite Index koreksi 0,3 persen menjadi 10.978,31.

Pada hari Sabtu, Trump menandatangani empat perintah eksekutif untuk mempertahankan beberapa bantuan, termasuk untuk tunjangan pengangguran, penangguhan pajak gaji sementara, perlindungan penggusuran, dan keringanan pinjaman mahasiswa.

Pengumuman kebijakan Trump datang ketika Partai Demokrat dan Partai Republik masih menegosiasikan paket bantuan virus tambahan yang lebih luas.

Kedua belah pihak masih terpisah triliunan dolar untuk pengeluaran keseluruhan dan pada masalah-masalah utama, termasuk bantuan kepada pemerintah negara bagian dan lokal, serta jumlah tunjangan pengangguran tambahan.

"Stimulus baru yang diberikan oleh Presiden Trump melalui perintah eksekutif lebih baik daripada tidak sama sekali dan memberikan solusi sementara," kata Lee Hardman, ahli strategi di MUFG Bank di London.

S&P 500 naik untuk hari ketujuh, mendekati rekor tertinggi pada Februari sebelum pandemi virus corona yang membuat pasar jatuh secara global.

"Kami memasuki minggu ini dalam posisi genting dengan S&P 500 dalam jarak tipis untuk menuju level tertinggi sepanjang masa," kata Chris Larkin, direktur pelaksana produk perdagangan dan investasi di E*Trade Financial.

Menurutnya, reli lanjutan S&P akan tergantung pada bagaimana pasar mampu mengatasi ketegangan perdagangan yang membayangi dan intrik politik AS dengan tenang.

Sektor industri, energi, dan jasa komunikasi menjadi pendorong terbesar di S&P. Twitter Inc. naik setelah Dow Jones melaporkan bahwa perusahaan telah mengadakan pembicaraan awal tentang kombinasi dengan TikTok.

Saham kasino naik karena China mengumumkan rencana untuk melanjutkan penerbitan visa turis bagi pengunjung ke Makau.

Sementara itu, harga minyak naik setelah Saudi Aramco mengatakan permintaan akan terus meningkat. Lira Turki lebih lemah bahkan ketika regulator perbankan bergerak untuk memperlambat pinjaman dalam upaya menstabilkan mata uang.

Di Eropa, saham menguat dipimpin oleh perusahaan keuangan. Ekuitas China naik didukung data yang menunjukkan ekonomi terus pulih dari pandemi, dengan inflasi konsumen yang semakin cepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street Donald Trump
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top