Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banyak Sentimen Dorong Permintaan, Harga Emas Incar US$2.045

Pada perdagangan Kamis (6/8/2020) pukul 09.42 WIB, harga emas spot menguat 0,08 persen ke level US$2.039,77 per troy ounce.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  11:15 WIB
Emas batangan. - bloomberg
Emas batangan. - bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah sentimen negatif di pasar masih membuat investor memburu emas. Harga emas pun diprediksi mengincar level resistan US$2.045.

Pada perdagangan Kamis (6/8/2020) pukul 09.42 WIB, harga emas spot menguat 0,08 persen ke level US$2.039,77 per troy ounce. Sepanjang tahun berjalan, harga sudah menguat 34,2 persen.

Harga emas spot masih berada di kisaran level tertinggi, yang sempat mencapai US$2.055,79 per troy ounce.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menyampaikan harga emas berpotensi mempertahankan tren kenaikannya dalam jangka pendek setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa kemarin di tengah sentimen pelemahan dolar AS.

Selain itu, yield treasury turun karena dipicu kekhawatiran perlambatan ekonomi serta outlook stimulus yang masih dalam pembahasan oleh Gedung Putih dan partai Demokrat AS. Pasar juga masih memiliki kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona dan ketegangan AS-Tiongkok.

"Namun, jika pasar melakukan aksi profit taking, atau dolar AS menguat, khususnya jika data klaim tunjangan pengangguran AS yang hasilnya optimis pukul 19:30 WIB, harga emas berpotensi untuk berbalik turun," paparnya dalam publikasi riset, Kamis (6/8/2020).

Secara teknikal, harga emas masih cenderung menguat selama harga bergerak di atas level indikator moving average 50-100-200 (garis merah, biru dan kuning) di dalam grafik 1 jam.

Untuk sisi atasnya, level resistan terdekat berada di US$2.045. Menembus ke atas dari level tersebut berpotensi memicu kenaikan lanjutan ke US$2.060 sebelum membidik resisten kuat di US$2080.

Sementara itu jika bergerak turun, level support terdekat berada di US$2.030. Menembus ke bawah dari level tersebut berpotensi memicu penurunan lanjutan ke US$2.015 sebelum menargetkan support kunci di US$1.995

Emas terus memperbarui rekor tertingginya karena pandemi virus corona mendorong serangkaian stimulus yang belum pernah digelontorkan sebelumnya untuk menopang ekonomi. Di antara stimulus tersebut termasuk penurunan suku bunga, yang merupakan keuntungan bagi emas.

Selain itu, mendidihnya ketegangan geopolitik, termasuk ledakan besar di pelabuhan utama Lebanon pada hari Selasa, juga meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven ini.

"Orang-orang menginginkan keselamatan, dan keselamatan saat ini adalah emas karena obligasi pemerintah tidak menghasilkan," ujar analis pasar senior RJO Futures, Bob Haberkorn, seperti dikutip Bloomberg.

Di dalam negeri, pada Kamis (6/8/2020) harga emas Antam ukuran 1 gram yang kerap menjadi acuan naik Rp6.000 ke posisi Rp1.054.000. Harga emas Antam ini berlaku di Butik Emas LM Antam Pulo Gadung, Jakarta.

Adapun, harga emas antam akhir 2019 dibanderol sebesar 762.000 per gram. Artinya, sepanjang 2020 harga emas Antam sudah meningkat 38,23 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini Harga Emas Antam
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top