Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Marak Sentimen Negatif, IHSG Bisa Turun ke Bawah 5.000 Lagi

Sentimen positif pada bulan Juli mulai pudar dan mulai tertekan oleh sejumlah sentimen negatif seperti meningkatnya tensi antara AS dan China serta kurang mulusnya stimulus perekonomian Amerika.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 02 Agustus 2020  |  17:34 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Kendati menunjukkan penguatan di sepanjang Juli, maraknya sentimen negatif diprediksi membuat pasar saham Indonesia cenderung terkoreksi pada Agustus ini.

Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan pasar tengah dalam tren menanjak seiring dibukanya kembali aktivitas ekonomi. Bahkan pada Juli indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya menembus level 5.000 meski masih dibayangi volatilitas.

Dia menyebut pada Juli kemarin kinerja pasar saham masih ditopang oleh optimisme kenormalan baru, tidak adanya gelombang kedua, progress pembuatan vaksin, serta sentimen positif dari laporan keuangan perusahaan khususnya di bursa Amerika Serikat.

Namun, jelang akhir bulan dia menilai sentimen positif tersebut mulai pudar dan mulai tertekan oleh sejumlah sentimen negatif seperti meningkatnya tensi antara AS dan China serta kurang mulusnya stimulus perekonomian Amerika.

Di dalam negeri, perkembangan kasus Covid-19 yang kian melambung juga menambah bayang-bayang gelap untuk pasar. Belum lagi kinerja laporan keuangan mayoritas emiten yang anjlok di paruh pertama tahun ini.

“Orang mulai sadar pembuatan vaksin masih membutuhkan waktu. Efek dari laporan keuangan [Wall Street] mulai pudar, lalu laba korporasi di Indonesia mulai keluar,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Minggu (2/8/2020).

Hans memproyeksikan kinerja IHSG sepanjang Agustus ini akan kembali tertekan, akibat menguatnya sentimen-sentimen negatif tersebut. Ditambah lagi, pasar tengah menunggu angka pertumbuhan ekonomi Indonesia Q2/2020 yang diprediksi minus.

“Cenderung ke negatif, kinerja banyak yang turun. Mungkin seminggu pertama masih bisa di 5.000an tapi tengah bulan bisa jadi kembali ke bawah 5.000,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top