Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Raih Pendapatan Rp1,72 Triliun, Agung Podomoro (APLN) masih Rugi

Dalam laporan keuangan Agung Podomoro Land per 30 Juni 2020, manajemen menyebutkan raihan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp1,72 triliun. Nilai itu turun 12,01 persen year on year (yoy) dari sebelumnya Rp1,96 triliun.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 01 Agustus 2020  |  19:10 WIB
Proyek Neo Soho Podomoro City besutan PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN)
Proyek Neo Soho Podomoro City besutan PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN)

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) masih membukukan kerugian kendati membukukan pendapatan hingga Rp1,72 triliun pada semester I/2020.

Dalam laporan keuangan Agung Podomoro Land per 30 Juni 2020, manajemen menyebutkan raihan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp1,72 triliun. Nilai itu turun 12,01 persen year on year (yoy) dari sebelumnya Rp1,96 triliun.

Beban pokok Agung Podomoro Land memang berkurang menjadi Rp871,04 miliar dari sebelumnya Rp1,03 triliun. Namun, laba kotor masih menurun menuju Rp850,4 miliar dibandingkan Rp921,79 miliar per Juni 2019.

Di sisi lain, APLN per Juni 2020 mencatatkan rugi selisih kurs sebesar Rp159,18 miliar, berbalik dari sebelumnya laba kurs Rp107,11 miliar. Selain itu, keuntungan pelepasa entutas anak tidak ada, dibandingkan Rp366,38 miliar pada semester I/2019.

Agung Podomoro pun membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3 miliar. Raihan itu berbalik dari sebelumnya laba Rp143,38 miliar.

Perusahaan menggelontorkan kas bersih untuk investasi sebesar Rp238,6 miliar pada semester I/2020, meningkat dibandingkan Rp226,34 miliar pada semester I/2019. Kas setara kas masing-masing pada akhir periode ialah Rp491,68 miliar dan Rp666,68 miliar.

Jumlah liabilitas Agung Podomoro mencapai Rp19,15 triliun, naik dari akhir 2019 sebesar Rp16,62 triliun. Liabilitas jangka pendek sebesar Rp8,39 triliun berbanding dari sebelumnya Rp4,91 triliun.

Ekuitas perusahaan berkurang menuju Rp11,48 triliun dari sebelumnya Rp12,83 triliun. Total aset Agung Podomoro pun mencapai Rp30,63 triliun, meningkat dari akhir 2019 sebesar Rp29,46 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

agung podomoro properti Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top