Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi AS Jeblok, Wall Street Anjlok

Indeks Dow Jones melemah 1,09 persen atau 289,22 poin ke level 26.250,35, sedangkan indeks Nasdaq melemah 0,59 persen atau 61,78 poin ke level 10.481,16 pada awal perdagangan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  20:43 WIB
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. -  Michael Nagle / Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat merosot pada awal perdagangan Kamis (30/7/2020) setelah Negeri Paman Sam ini mencatat penurunan kontraksi ekonomi paling tajam.

Berdasarkan data Bloomberg, Indeks Dow Jones melemah 1,09 persen atau 289,22 poin ke level 26.250,35, sedangkan indeks Nasdaq melemah 0,59 persen atau 61,78 poin ke level 10.481,16 pada awal perdagangan

Perekonomian AS pada kuartal II/2020 dilaporkan mengalami penurunan kinerja paling tajam di tengah merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19.

Realisasi kinerja ekonomi Negeri Paman Sam pada kuartal kedua itu bahkan menjadi penurunan paling signifikan sejak dekade 1940.

Produk domestik bruto (PDB) AS menyusut 9,5 persen pada kuartal II/2020 bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quartal-to-quartal). Penurunan kinerja ekonomi negara adidaya itu bahkan mencapai 32,9 persen untuk laju tahunan (year-on-year/yoy), sebagaimana dilaporkan Departemen Perdagangan.

Investor juga tengah menantikan sejumlah laporan keuangan perusahaan besar, di antaranya Apple Inc., Amazon.com Inc., Alphabet Inc., dan Facebook Inc.. Keempat perusahaan tersebut dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah pasar tutup hari ini.

Sementara itu, saham United Parcel Service Inc. melonjak menyusul kinerja yang melampaui perkiraan sebelumnya.

Meskipuns sejumlah data ekonomi mulai membaik setelah pembukaan kembali perekonomian, lonjakan dalam infeksi di seluruh dunia menunjukkan bahwa pemulihan kemungkinan besar akan berjalan lambat dan tidak merata.

Sementara itu, gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada hari Rabu bahwa tanda-tanda peningkatan kasus virus corona mulai membebani aktivitas, sambil mencatat bahwa laju perekonomian ke depan sangat tidak pasti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top