Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelemahan Saham EXCL Buat Indeks Bisnis-27 Ditutup Terkoreksi

Indeks Bisnis-27 ditutup melemah 0,33 persen atau 1,49 poin ke level 458,455.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  16:10 WIB
Pengunjung memotret layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung memotret layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 akhirnya harus pasrah ditutup di zona merah pada penutupan pasar Rabu (29/7/2020), setelah parkir di zona hijau selama dua hari berturut-turut pada perdagangan sebelumnya

Setelah dibuka pada level 459,949, indeks hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dan harian Bisnis Indonesia tersebut ditutup melemah 0,33 persen atau 1,49 poin ke level 458,455. Sepanjang perdagangan indeks bergerak di kisaran 456,823 hingga 459,954.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sebelumnya Selasa (28/7/2020), indeks Bisnis-27 juga ditutup menguat 0,24 persen atau 1,1 poin ke level 459,949.

Dari 27 anggota konstituen indeks, 12 emiten terpantau menguat, 1 emiten berada pada posisi stagnan, sementara 14 emiten lain berada dalam posisi melemah.

Kali ini, saham emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL) kembali menjadi pemberat indeks pada penutupan perdagangan hari ini dengan koreksi sebesar 6,96 persen atau 190 poin ke level Rp2.540.

Selain EXCL, saham emiten perbankan pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga terpantau menjadi pemberat indeks dengan penurunan sebesar 2,56 persen atau 150 poin ke level Rp5.700.

Berdasarkan besaran transaksi, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) mengungguli keperkasaan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan menjadi emiten anggota indeks yang paling banyak diperjualbelikan pada perdagangan hari ini.

Hingga penutupan perdagangan, saham TLKM sudah ditransaksikan sebanyak Rp344,92 miliar dengan total jual bersih asing di pasar reguler mencapai Rp30,18 miliar.

Di sisi lain, penguatan indeks ditopang oleh emiten yang pada perdagangan sebelumnya menjadi pemberat indeks yakni PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) dengan kenaikan 5,02 persen atau 375 poin ke level Rp7.850.

Sementara, saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dan emiten kertas PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) juga terpantau menguat masing-masing 4,69 persen ke level Rp49.650 dan 3,72 persen ke level Rp6.975.

Bersamaan dengan indeks Bisnis-27, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ternyata terpantau parkir pada zona merah pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG ditutup pada level 5.111,113 turun 0,04 persen atau 1,876 poin.

Di sisi lain, bursa Asia ternyata ditutup variatif pada akhir perdagangan. Indeks Jepang Nikkei 225 terpantau melemah 1,15 persen sedang indeks Hong Kong Hang Seng naik 0,45 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI indeks bisnis27
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top