Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bahana TCW Gaet 50.000 Investor Ritel Baru

Direktur Riset dan Kepala Investasi Alternatif PT Bahana TCW Investment Management, Soni Wibowo mengatakan dari jumlah tersebut mayoritas investor retail berasal dari kalangan usia produktif mulai dari umur 21-29 tahun.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  09:33 WIB
Direktur Utama PT Bahana TCW Invesment Management Edward Lubis (tengah) saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (30/8). - JIBI/Nurul Hidayat
Direktur Utama PT Bahana TCW Invesment Management Edward Lubis (tengah) saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (30/8). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bahana TCW Investment Management mencatatkan pertumbuhan investor ritel yang signifikan sepanjang tahun berjalan. Hingga Juli 2020, penambahan investor ritel tercatat mencapai 50.000 investor.

Direktur Riset dan Kepala Investasi Alternatif PT Bahana TCW Investment Management, Soni Wibowo mengatakan dari jumlah tersebut mayoritas investor retail berasal dari kalangan usia produktif mulai dari umur 21-29 tahun.

Soni mengatakan produk yang reksa dana pasar uang menjadi investasi paling favorit bagi para investor retail, terutama bagi mereka yang mulai berkenalan dengan investasi reksa dana.

“Jenis reksa dana pendapatan juga digemari para investor retail, setelah mereka mulai merasa nyaman berinvestasi di reksa dana,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Senin (27/7/2020).

Menurutnya, pertumbuhan jumlah investor retail tersebut sejalan dengan program inklusi keuangan yang digalakkan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kesadaran masyarakat untuk berinvestasi yang meningkat, munculnya platform aplikasi investasi yang memudahkan para investor, dan nilai investasi yang semakin terjangkau menjadi faktor meningkatnya jumlah investor retail reksa dana,” tutur Soni.

Meski demikian, manajer investasi anggota holding perasuransian dan penjaminan ini mengakui kontribusi pertumbuhan dana investasi dari investor retail terhadap total dana kelolaan (AUM) relatif cukup kecil dibandingkan dengan total dana dari investor institusional.

“Kami memang lebih mengutamakan pertumbuhan jumlah investor retail dibandingkan nilai investasi,” kata Soni.

Dia menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang positif. Soni juga mengharapkan dengan kesadaran orang yang semakin tinggi terhadap investasi, mereka akan terus meningkatkan jumlah investasi dan mengajak lebih banyak orang untuk berinvestasi di reksa dana.

Soni mengatakan dari Bahana TCW sendiri akan memperluas kerja sama dengan platform investasi digital dan produk investasi bagi setiap investor.

“Ke depan, Bahana TCW akan terus mengedukasi dan membuka peluang investasi bagi para investor retail, terutama generasi muda, agar terhindar dari middle income trap crisis tahun 2030,” tambah dia.

Saat ini, Bahana TCW bekerja sama dengan 13 APERD (Agen Penjual Reksa Dana) non bank dan menyediakan 17 produk reksa dana yang bisa menjadi pilihan investor retail.

Sebagai contoh, reksa dana ABF IBI Fund, jenis reksa dana pendapatan tetap yang awalnya hanya untuk investor institusional, kini sudah bisa menjadi investasi investor retail dengan nilai investasi yang sangat terjangkau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investor reksa dana pt bahana tcw investment management
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top